DENPASAR, Balifactualnews.com – Memprihatinkan, ditengah upaya mengukur dan meningkatkan kualitasnya, beberapa atlet biliar Bali ambil bagian pada kejuaraan biliar bertitel Carbao International Open yang digelar 4-8 Februari di Jakarta lalu. Mirisnya Pengprov POBSI Bali tidak membantu dana sedikitpun.
Mereka semua dibiayai klub biliar Renon Billiard Club (RBC) Renon, Denpasar. RBC ini di beberapa tahun sebelumnya tak pernah lepas membantu Pengprov POBSI Bali saat menggelar kejuaraan seperti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Porprov Bali atau kejuaraan lainnya dengan memberikan keringanan biaya sewa meja sesuai kemampuan Pengprov POBSI Bali sehingga kejuaraan berjalan lancar dan sukses. Itu juga berkat peran salah satu owner RBC, Edward Sandjaja Ikwan.
“Kami bisa mendapat kesempatan berlaga di even tersebut berkat dukungan besar owner klub Carabao pak Hendra Kurniawan,” kata salah satu atlet biliar Bali, Edward Sandjaja Ikwan di Denpasar, Sabtu (14/2/2026).
Diakuinya, atlet biliar Bali yang juga atlet RBC yang turun di even itu untuk yang senior Putu Eddy Wirawan atau Kingkong terhenti di 32 besar, Edward sendiri terhenti di 32 besar, Irwan Limari terhenti di 96 besar dan Galih Setyo terhenti di 128 besar. Sedangkan untuk junior, Deva Pratama terhenti di 128 besar.
“Persaingan sangat berat karena rival –rival merupakan atlet biliar level internasional dan dunia,’jelas Edward.
Sejatinya Pengprov POBSi Bali bisa saja mengajukan dana bantuan ke KONI Bali karena seperti Edward, Kingkong yang menyumbangkan medali emas PON 2024 lalu di medan, serta Irwan Limardi dan Edward merupakan atlet biliar Bali.”Mana diurus untuk itu,” demikian Kingkong. (ena/BFN)













