KARANGASEM, Balifactualnews.com — Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Karangasem kian strategis sebagai penggerak ekonomi desa. Hingga awal 2026, total omzet BUMDes di Karangasem tercatat mencapai Rp67 miliar dengan laba bersih sekitar Rp21 miliar, serta kontribusi Pendapatan Asli Desa (PAD) lebih dari Rp6 miliar.
Capaian tersebut mengemuka dalam Workshop Forum BUMDes Karangasem yang digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Senin (2/2). Kegiatan ini diikuti 75 peserta yang merupakan ketua BUMDes dari delapan kecamatan, serta dihadiri Forum Perbekel Karangasem.
Ketua Pelaksana Workshop, I Wayan Suara, mengatakan workshop ini digelar untuk memperkuat tata kelola BUMDes agar semakin profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Workshop ini diikuti 75 ketua BUMDes dari seluruh kecamatan. Kami juga menghadirkan Forum Perbekel agar ada kesamaan persepsi antara pengelola BUMDes dan pemerintah desa dalam mengembangkan usaha desa,” kata Suara.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar BUMDes mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi, khususnya di tengah keterbatasan fiskal desa.
“BUMDes harus dikelola dengan perencanaan yang matang, manajemen yang sehat, dan tetap taat regulasi,” ujarnya.
Ketua Forum BUMDes Karangasem, I Wayan Redana, menyampaikan dari total 75 BUMDes yang ada, sebanyak 70 BUMDes telah berbadan hukum, sementara lima lainnya masih dalam proses.
“Ini progres yang cukup baik. Badan hukum penting agar BUMDes punya kepastian dan perlindungan dalam menjalankan usaha,” katanya.
Redana menambahkan, tren kinerja BUMDes di Karangasem menunjukkan peningkatan signifikan.
“Omzet mencapai Rp67 miliar dengan laba bersih sekitar Rp21 miliar. Kontribusi PAD desa juga lebih dari Rp6 miliar. Ini membuktikan BUMDes mampu menjawab persoalan ekonomi di desa masing-masing,” ujarnya.
Menurut Redana, di tengah pengurangan dana desa dari pemerintah pusat, BUMDes menjadi solusi nyata bagi desa untuk tetap bertahan dan berkembang.
“Pengembangan BUMDes juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Karangasem, tidak hanya mengandalkan pariwisata, tetapi juga sektor strategis lain seperti pengelolaan air dan layanan ekonomi lokal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Perbekel Karangasem, I Gede Partadana, menegaskan keberadaan BUMDes sangat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“BUMDes menjadi mitra strategis pemerintah desa. Selain membuka lapangan kerja, juga mendorong pengelolaan potensi desa agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Karangasem yang diwakili Staf Ahli Bupati, Arta Sedana, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan BUMDes sebagai pilar ekonomi desa.
“BUMDes tidak boleh hanya bergantung pada dana transfer. BUMDes harus mampu menggali pundi-pundi pendapatan desa secara mandiri dan berkelanjutan,” tegas Arta Sedana.
Ia juga menekankan pentingnya legalitas dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan.
“Semua BUMDes harus berbadan hukum agar aman dan nyaman dalam menjalankan usaha. Pengelola juga harus cermat menghitung anggaran serta aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Workshop ini turut dihadiri Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karangasem Fersy Arya, Anggota DPRD Karangasem I Komang Sudanta, serta Tim Ahli Bupati Karangasem I Nyoman Celos. Seluruh pihak sepakat mendorong kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam membangun BUMDes sebagai pilar ekonomi desa menuju Karangasem Agung, Gemah Ripah Loh Jinawi. (tio/bfn)













