Ketua Fraksi Golkar DPRD Karangasem, I Nyoman Sumadi
KARANGASEM, Balifactualnews.com Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem terus mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir. Bahkan penurunannya cukup siginifikan hingga mencapai 22,2 persen.
Prihal turunnya sektor pendapatan Karangasem itu mengemuka pada sidang paripurna pembahasan APBD Perubahan 2019, DPRD Karangasem, Jumat (26/9/19) malam lalu. Adalah Fraksi Golkar yang memberikan sorotan tajam terkait turunnya APBD Karangasem di tahun 2019 ini.
Melalui ketua fraksinya I Nyoman Sumadi, Fraksi Golkar menilai turunnya PAD tersebut terjadi sepanjang pemerintahan Bupati IGA Mas Sumatri.
“Awalnya PAD kita Rp 276 M, namun dianggaran induk 2019 turun menjadi Rp 214 miliar. Penurunannya sangat drastis mencapai 22,2 persen,” ucap Sumadi saat membacakan pemandangan umum fraksinya.
Menurut Fraksi Golkar, penurunan pendapatan yang paling mengejutkan terjadi di sektor tambang bukan logam (galian C). Pada APBD induk 2019, pendapatan dari sektor galian C target Rp 81 miliar. Namun hingga mendekati tutup tahun, target dari galian C baru mencapai Rp 17 miliar.
“Ini tidak masuk akal, kalau dihitung dengan pendapatan yang ada sekarang berarti truk yang mengangkut pasir dari galian C, hanya 300 truk per hari, padahal faktanya hampir 1200 truk. Tingkat kebocorannya sangat tinggi, tapi eksekutif tetap membiarkan tanpa ada sikap yang jelas,” ucapnya.
Baca :
- Gugatan Ditolak, Hakim PTUN Nyatakan Permohonan Adnya Mulyadi Salah Kamar
- Sujana Erawan Berdalih Soal Temuan Kupon Putih
- Rumah Sepi, Emas dan Uang Raib di Gondol Maling
