KARANGASEM, Balifactualnews.com – Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang terus bergerak cepat, Paiketan Werdha Satya Bavana Desa Adat Bugbug hadir sebagai oase harapan, sebuah cahaya yang menebarkan kebaikan dan kehangatan bagi mereka yang membutuhkan. Organisasi sosial ini tidak sekadar hadir sebagai simbol, melainkan bergerak aktif dan nyata dalam menjembatani kepedulian sosial melalui rangkaian kegiatan yang menyentuh hati dan menggugah nurani.
Ketua Paiketan Werdha Desa Adat Bugbug, I Nyoman Rauh, S.Pd., S.H., menjelaskan bahwa berbagai kegiatan sosial yang dilakukan merupakan program berkelanjutan. Di antaranya adalah donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, terapi mata, cek jantung, serta penyerahan kursi roda. Selain itu, juga dilaksanakan pemberian paket sembako kepada para lansia Desa Adat Bugbug dan Program Pasar Murah bekerja sama dengan Perseroda Kabupaten Karangasem.
Baca Juga : Karangasem Kembali Torehkan Prestasi, Raih Opini WTP Kesembilan Jelang HUT ke-385 Kota Amlapura
“Kegiatan hari ini kami laksanakan bersama PMI Karangasem, Klinik Jantung Hasna Medika, Kodim 1623 Karangasem, Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR), IKBS AWS3, BSD English Course, dan yang paling istimewa adalah kehadiran Dewan Koordinator Nasional (Dekornas) Puskor Hindu Indonesia yang menyerahkan bantuan kursi roda kepada tiga penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ketiga penerima kursi roda tersebut adalah Ni Komang Renti dari Jalan Diponegoro Karangasem, I Wayan Gede dari Telengan Manggis, dan I Komang Yoga Pertama dari Banjar Samuh, Desa Bugbug. Bantuan ini menjadi simbol nyata kepedulian dan pemberdayaan, membawa kembali harapan dan mobilitas bagi para penyandang disabilitas.
Melalui aksi donor darah, Paiketan Werdha tak hanya membantu menyelamatkan nyawa, tetapi juga menyemai nilai solidaritas dan cinta kasih di antara sesama. Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah lambang kepedulian dan bentuk kasih sayang yang nyata.
Sementara itu, pemeriksaan jantung dan terapi mata menjadi bukti komitmen Paiketan Werdha terhadap kesehatan tubuh dan jiwa masyarakat. Di balik detak jantung yang diperiksa, ada harapan akan hari esok yang lebih baik. Sedangkan terapi mata membuka kembali jendela dunia bagi mereka yang mulai kehilangan cahaya penglihatan.
Baca Juga : Pemerintah Cabut Empat Ijin Tambang di Kawasan Raja Ampat
Puncak keharuan terasa saat penyerahan kursi roda. Lebih dari sekadar alat bantu, kursi roda ini membawa makna kebebasan, kemandirian, dan semangat baru untuk menapaki hidup dengan percaya diri.
Ketua Umum Dekornas Puskor Hindu Indonesia, Ida Bagus Ketut Susila, menyampaikan bahwa pihaknya sebagai lembaga keumatan Hindu yang independen dan berskala nasional, turut hadir memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan sosial ini.
“Bantuan ini merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan keumatan kami. Kegiatan hari ini adalah langkah awal dan menjadi contoh bahwa aksi sosial umat perlu terus kita perluas. Dengan sinergi dan koordinasi yang baik, permasalahan umat dapat lebih cepat teridentifikasi dan segera diberikan solusi,” ujarnya usai menyerahkan bantuan kursi roda, Sabtu(14/6/2025) di Sekretariat Desa Adat Bugbug.
Tak berhenti pada aspek kesehatan, Paiketan Werdha juga menyentuh sisi ekonomi masyarakat dengan menghadirkan Pasar Murah. Program ini menjadi angin segar bagi keluarga prasejahtera, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat jalinan kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Baca Juga : Wagub Bali Giri Prasta Dukung PERTINA Lahirkan Atlet Berprestasi
Lebih dari sekadar organisasi, Paiketan Werdha adalah pelita kecil yang menerangi lorong-lorong kehidupan. Melalui tangan-tangan penuh kasih dan hati yang tulus, mereka membuktikan bahwa kekuatan sejati lahir dari kepedulian dan gotong-royong.
Dalam setiap aksi, tersimpan doa. Dalam setiap senyum yang merekah, tertanam harapan. Paiketan Werdha mengajak kita semua untuk terus menebarkan kasih sayang, memperkuat sesama, dan menjadikan dunia ini tempat yang lebih hangat, penuh cinta, dan berarti bagi semua. (ger/bfn)
