Pasca Pengeboman Medan, Pelabuhan Tradisional Kusamba Diperiksa Ketat


KLUNGKUNG, Balifactualnews.com Peningkatan pengamanan dilakukan dibeberapa pelabuhan tradisional di pesisir Kusamba, Klungkung, Kamis (14/11/19). Petugas kepolisian sejak pagi, menyisir pesisir pelabuhan tradisional ,untuk mengantisipasi masuknya penumpang maupun barang yang berpotensi terjadinya tindak kriminal..

Satpolairud Polres Klungkung, yang di Pimpin AKP I I Nyoman Arnawa mengarahkan agar seluruh anggota Satpolairud Polres Klungkung, dengan cara yang humanis melakukan pengawasan dan di dalam menjaga segala aktifitas masyarakat baik di darat maupun di laut dan selalu mengarahkan anggota untuk melakukan himbauan atau dialogis kepada penyedia jasa penyebrangan laut serta masyarakat yang sedang beraktifitas di pesisir pantai.



Pelaksanaan patroli itu menurut AKP I I Nyoman Arnawa dilaksanakan, Kamis ( 14/11/19)mulai pukul 07.15 WITA. Pelaksanaan dilapangan Jajaran Satpolairud di dampingi oleh KBO Satpolairud Polres Klungkung Iptu I Gede Yasa bersama personel Satpolairud melaksanakan patroli pesisir dan pengamanan pelabuhan penyebrangan rakyat seperti di perairan Kusamba situasi secara umum terpantau kondusif, cuaca cerah, gelombang laut landai, kegiatan para nelayan dan penyebrangan berjalan tertib dan lancar.

“Kita lakukan dialog dengan warga masyarakat yang hendak menyebrang dengan boat Gangga tujuan Nusa Penida, agar selalu menjaga barang bawaannya, serta selalu mengunakan life jacket saat di boat, dan selalu menjadi nitizen yang baik saat bersosial media, serta selalu menjaga kebersihan pantai dengan membuang sampah pada tempatnya,”Ujar AKP I Nyoman Arnawa sumringah.



Hal yang sama dikemukakan oleh Kasubah Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana. Menurutnya Pasca ledakan bom bunuh diri di Poltabes Medan,jajaran polres KLungkung tidak hanya lakukan pengamanan di Makopolres maupun pos polisi, namun juga disepanjang pesisir Kusamba, yang menjadi pintu masuk ke Klungkung dan Nusa Penida.,sebutnya.

Selama ini pesisir di Desa Kusamba kerap dimanfaatkan sebagai pelabuhan tradisional, yang juga dianggap “jalur tikus” untuk masuk ke wilayah Klungkung daratan maupun ke Nusa Penida. Jalur ini dianggap berpotensi menjadi pintu masuk barang terlarang seperti narkoba, serta penduduk pendatang tanpa identitas dari berbagai daerah. (ana/ger)

Exit mobile version