PDAM Karangasem Tambah Pasokan dari Angsoka

pdam-karangasem-tambah-pasokan-dari-angsoka
Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Komang Haryadi Parwata

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Pada 2026, perusahaan daerah tersebut akan memanfaatkan sumber mata air Angsoka guna memaksimalkan distribusi air bersih, khususnya di wilayah Karangasem.

Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Komang Haryadi Parwata, Kamis (5/2), mengatakan pemanfaatan sumber mata air Angsoka menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat.

“Di tahun 2026 ini kami terus berupaya meningkatkan dan memaksimalkan layanan air bersih dengan memanfaatkan sumber-sumber mata air yang ada, salah satunya mata air Angsoka,” ujarnya.

Menurut Haryadi, pemanfaatan mata air Angsoka diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan di Unit Karangasem. Dengan kepadatan penduduk yang tinggi serta keterbatasan sambungan rumah (SR), keberadaan sumber air baru dinilai mampu memperkuat pasokan air bersih ke pelanggan.

Pemanfaatan mata air Angsoka nantinya akan diarahkan untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah perkotaan Karangasem hingga Seraya. Dengan demikian, kekurangan pelayanan air bersih di wilayah tersebut dapat diminimalisir.

“Harapan kami, pemanfaatan air Angsoka ini bisa menjawab kekurangan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah kota Karangasem dan sekitarnya,” katanya.

Selain memanfaatkan sumber mata air baru dan menambah sambungan rumah, Perumda Tirta Tohlangkir juga akan menekan tingkat kebocoran air. Upaya tersebut dilakukan melalui revitalisasi jaringan pipa yang telah berusia tua secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan.

Haryadi menambahkan, pada 2025 lalu pihaknya telah mencatat peningkatan pelayanan air bersih, termasuk di wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terlayani selama bertahun-tahun.

“Di Kecamatan Rendang, warga yang sekitar 14 tahun belum terlayani kini sudah bisa menikmati air bersih. Begitu juga di Kecamatan Kubu, khususnya wilayah Padangsari dan Desa Juntal, yang hampir 12 tahun belum mendapat layanan, sekarang sudah terlayani,” pungkasnya.(tio/bfn)