Peduli Covid-19, Ayunda Krisnayani Rayakan Sweet Seventeen  Bersama Prajuru Adat Bungaya

Ni Made Gusmiari Ayunda Krinayani (kiri) Rayakan Sweet Seventeen dengan membagikan sembako kepada prajuru Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem. (foto:ist) 

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, mengubah keinginan  Ni Made Gusmiari Ayunda Krisnayani  untuk berbagi  kado ulang tahun kepada teman-temannya di sekolah.

Dara Taurus asal Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem Karangasem, ini tak mau larut dalam kemeriahan pesta ulang tahun yang semestinya, Selasa (5/520) hari ini dia rayakan bersama teman-temannya di bangku sekolah SMA Negeri 2  Amlapura.

Agenda camping bersama  teman sekolah untuk merayakan sweet seventeen juga dibatalkan. Itu dilakukan karena dara manis ini memilih untuk mencurahkan empatinya kepada warga terdampak paparan Virus Corona yang di wilayah Desa Adat Bungaya.

“Tunda dulu deh, yang namanya pesta-pestaan itu.  Saya ingin berbagi sama para prajuru Desa Adat  Bungaya yang merupakan desa kelahiran saya. Ditengah pandemi Covid-19 ini, beliau-beliau itu yang paling merasakan dampaknya,” tutur dara  dengan bola mata bening, jurusan IPA  itu.

Yunda—demikian daha Banjar Tengah, Desa Adat Bungaya ini disapa. Sesuai dengan jurusan keilmuannya yang didapatkan di sekolah. Dia menghitung dengan cermat langkahnya untuk bisa merayakan  ulang tahunnya yang ke 17 itu.  Sejak  3 tahun terakhir, bekal sekolah yang didapatkan dari  kedua orang tuanya dia tabungkan. Sedianya uang tabungannya itu digunakan untuk berbagi kemeriahan pesta sweet seventeen bersama teman-teman bangku sekolah.

“Setiap sekolah saya diberi bekal uang jajan sama orang tua Rp 5000. Tapi uang itu sejak 2018 saya tabungkan. Tujuannya agar bisa berbagi bersama teman-teman sekolah saat merayakan hari ulang tahun ke -17  (5 Mei 2020) hari ini. Tapi mengingat situasi sulit seperti sekarang, saya memilih merayakan hari ulang tahun ini bersama prajuru adat yang ada di Desa. Sebuah pesta yang tiada taranya. Hati saya terasa plong, dan semuanya berjalan sesuai rencana,” ucap Yunda.

Langkah sederhana yang dilakukan Yunda, layak dicontoh. Pasalnya uang jajan  pemberian orang tuanya yang ditabungkan dia tarik dan dibelikan sembako untuk  disalurkan kepada 52 orang prajuru Desa Adat Bungaya,  yang sebagian besar adalah petani.

Tapi, ada yang unik  dilakukan Yunda dalam mengawali perayaan sweet seventeennya bersama prajuru Desa Adat Bungaya. Sembako yang dia sumbangkan dengan tulus itu, tak sekadar diserahkan begitu saja, tapi  dara manis ini mengawali dengan sembahyang lengkap dengan sarana banten Pejati di Pura Puseh .

“Ritual ini saya lakukan sebagai bentuk permakluman kepada alam (Ida Sasuhuhan yang ada di Pura Puseh), bahwa saya  menyerahkan bantuan sembako kepada  para tetua desa  berdasarkan atas niat tulus,” terangnya.

Selain menyerahkan bantuan sembako, Yunda  juga  membagikan masker kepada Posko Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19 yang ada dimasing-masing  Banjar Dinas, Desa Adat Bungaya dan Posko RAPI Lokal ZZL 04.04 Kecamatan Bebandem. Tak hanya itu sebagai bentuk empatinya kepada anak-anak yatim, Yunda juga menyalurkan 6 paket sembako masker 20 ke yayasan Yasa Kerti.

“Benar-benar plong. Hari ini bertepatan dengan 17 tahun kelahiran, saya bisa berbagi dengan saudara-saudara yang benar-benar sedang membutuhkan bantuan di tengah ancaman wabah  Virus Corona,” ungkap Yunda penuh kegirangan. (paramitha)

 

Exit mobile version