Pengembangan Pariwisata di Karangasem Harus Dilakukan Secara Pentahelix

Forum Group Disscussion (FGD), bertemakan “Kolaborasi Pentahelik dalam Rangka Perkembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, yang dilaksanakan di Samsara Living Museum di Telaga Tista, Jungutan, Bebandem, Rabu (16/3/2022).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem berkerjasama dan PHRI Karangasem melaksanakan Forum Group Disscussion (FGD), bertemakan “Kolaborasi Pentahelik dalam Rangka Perkembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, yang dilaksanakan di Samsara Living Museum di Telaga Tista, Jungutan, Bebandem, Rabu (16/3/2022).

Dalam FGD yang bertujuan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi covid-19, Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa berharap Pemerintah pusat agar bisa membantu pariwisata Karagasem melalui promosi, termasuk pembangunan infrastruktur untuk menunjang kemajuan pariwisatanya.

“Disaat situasi pandemi ini, kami berharap banyak kepada pemerintah pusat untuk bisa memberikan bantuan ke Karangasem karena untuk bisa meningkatkan kunjungan wisatawan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala bidang pengembangan sumber daya pariwisata ekonomi kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, Ni Ketut Kerti, menyampaikan, Karangasem memang sangat membutuhkan bantuan dan sentuhan pemerintah pusat untuk pengembangan pariwisata.

“Pengembangan pariwisata diwilayah kami memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus dilakukan secara pentahelix (multi pihak). Diperlukan banyak relasi. Mempromosikan kondisi pariwisata yang ada kami mencari youtuber untuk melakukan promosi di media sosial,” ucapnya.

Mendengar harapan tersebut, Direktur Hubungan Antarlembaga, Imam Santoso, mengungkapkan, melalui kegiatan FGD tersebut, pihaknya bisa melihat apa yang dibutuhkan Karangasem untuk pengembangan di sektor pariwisata. Apalagi pihaknya berkeinginan mengembalikan fungsi pariwisata Karangasem sebagai tujuan pariwisata dunia.

“Setiap program kegiatan fokus dilaksanakan di Bali. Dan khusus di Karangasem, apa yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata bisa disampaikan di forum ini,” ucap Santoso seraya menyampaikan permakluman bahwa, pelaksanaan kegiatan FGD sempat tiga kali tertunda, akibat kasus pandemi sempat melonjak. Pihaknya baru bisa melaksanakan kegiatan ini setelah kasus mulai menurun. (ger/bfn)

Exit mobile version