Percepat Response Time, Pemkab Karangasem Dorong Relawan Kebakaran di Setiap Desa

percepat-response-time-pemkab-karangasem-dorong-relawan-kebakaran-di-setiap-desa
Forum Konsultasi Publik Optimalisasi Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Karangasem, Rabu (19/8), yang melibatkan bendesa adat, perbekel, PHRI, media dan berbagai unsur terkait.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemkab Karangasem mulai mendorong pembentukan Desa Tangguh Kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran di tengah keterbatasan personel dan armada Damkar.

Gagasan itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik Optimalisasi Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Karangasem, Rabu (19/8), yang melibatkan bendesa adat, perbekel, PHRI, media dan berbagai unsur terkait.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Karangasem, Arta Negara, mengatakan penanganan kebakaran tidak bisa hanya dibebankan kepada Damkar. Saat ini Karangasem memiliki lima wilayah manajemen kebakaran dengan 16 pos, tetapi hanya didukung 44 personel dan armada terbatas.

“Penanganan kebakaran bukan hanya tugas Damkar. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Semakin cepat informasi dan pertolongan awal dilakukan di tingkat desa, semakin besar peluang kebakaran dikendalikan sebelum membesar,” tegasnya.

Menurut Arta, pembentukan relawan kebakaran di setiap desa menjadi salah satu langkah untuk memperpendek response time. Terlebih, tugas Damkar kini tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menangani berbagai operasi penyelamatan yang terus meningkat.

“Penyelamatan sekarang bukan hanya soal sarang tawon atau lebah. Kami juga menangani berbagai kejadian lain. Artinya, tren layanan penyelamatan terus meningkat,” ujarnya.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Komang Sutirtayasa, menegaskan persoalan SDM Damkar harus dibahas secara terarah. Rekrutmen membutuhkan proses panjang karena personel harus memiliki sertifikasi khusus.

“Diskusi ini harus difokuskan pada persoalan yang benar-benar bisa kita selesaikan. Setelah ada kesepakatan, dituangkan dalam berita acara agar jelas tindak lanjutnya,” katanya.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Organisasi dan Peraturan Daerah, Ketut Artha Sedana, menyebut keterbatasan SDM menjadi salah satu kendala utama. Selain rekrutmen tenaga pemula, keberadaan relawan Damkar di desa perlu diperkuat.

“Harus dipetakan mana yang harus dilakukan Damkar dan mana yang bisa difasilitasi melalui relawan,” ujarnya.

Majelis Madya Desa Adat Karangasem, Nyoman Rai, menyatakan desa adat siap dilibatkan. Unsur Bakamda, Pecalang dan Sepanduberadat dinilai dapat menjadi kekuatan awal dalam pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Kami akan menindaklanjuti melalui surat kepada 140 desa adat agar potensi yang sudah ada di desa adat bisa ikut diperkuat dalam upaya pencegahan kebakaran,” ungkapnya.

Forum juga menyoroti perlunya peran Satpol PP dalam pengawasan bangunan gedung, terutama penerapan standar proteksi kebakaran.

Melalui forum tersebut, Damkar Karangasem berharap terbangun sistem penanganan kebakaran yang lebih cepat, terukur dan melibatkan lintas sektor. Bukan menunggu api membesar, tetapi memperkuat desa agar mampu bergerak sejak api pertama muncul. (tio/bfn)