Pererat Silaturahmi Lintas Organisasi Perempuan, GOW Karangasem Dorong Persaudaraan dan Toleransi

pererat-silaturahmi-lintas-organisasi-perempuan-gow-karangasem-dorong-persaudaraan-dan-toleransi
Ketua GOW Kabupaten Karangasem Ny. Anggreni Pandu Prapanca Lagosa bersama pengurus dan anggota GOW saat menghadiri kegiatan Organisasi Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Karangasem di Masjid Darussalam Ampel, Jalan Serma Anom, Karangasem, Minggu (10/8)

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karangasem terus memperkuat peran organisasi perempuan dalam membangun kebersamaan dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat saat Ketua GOW Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Prapanca Lagosa, menghadiri undangan Organisasi Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Karangasem di Masjid Darussalam Ampel, Jalan Serma Anom, Karangasem, Minggu (10/8)

Kehadiran Ny. Anggreni Pandu Prapanca Lagosa bersama jajaran pengurus dan anggota GOW bukan sekadar memenuhi undangan. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Karangasem.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Anggreni memberikan pembinaan kepada para ibu-ibu pengajian. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, saling menghormati, serta membangun komunikasi yang baik di tengah keberagaman masyarakat Karangasem.

Menurutnya, organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam ikut menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Para perempuan, khususnya ibu-ibu, dinilai memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

“Pertemuan seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun rasa persaudaraan. Kita boleh memiliki latar belakang organisasi maupun keyakinan yang berbeda, tetapi kita tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kebersamaan, kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Karangasem,” ujar Ny. Anggreni.

Ia juga mengajak seluruh anggota organisasi perempuan untuk terus menjaga komunikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, perbedaan seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk menjauh.

“Saya berharap ibu-ibu semua terus menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga persatuan. Mari kita saling menghormati, saling mendukung dan membangun komunikasi yang baik. Kalau komunikasi dan silaturahmi terus terjaga, saya yakin berbagai persoalan di masyarakat bisa kita hadapi dengan lebih baik,” katanya.

Kegiatan yang diinisiasi Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Karangasem, Hj. Rasyidah, tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tidak hanya mengikuti pembinaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berdialog, bertukar pengalaman dan memperluas wawasan.

Ny. Anggreni menilai keberadaan berbagai organisasi perempuan di Karangasem merupakan potensi besar yang perlu terus dikembangkan. Sinergi antarlembaga dan organisasi perempuan diharapkan mampu melahirkan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Organisasi perempuan mempunyai energi yang luar biasa. Energi itu harus kita arahkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif, untuk keluarga, untuk masyarakat dan untuk Karangasem. Jangan sampai perbedaan menjadi penghalang, justru mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersama-sama berbuat sesuatu yang bermanfaat,” tegasnya.

Selain memperkuat hubungan antarlembaga, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Karangasem sebagai daerah dengan keberagaman sosial, budaya dan agama membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, damai dan harmonis.

Menurut Ny. Anggreni, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga suasana tersebut, terutama melalui pendidikan di dalam keluarga. Nilai toleransi dan saling menghargai, kata dia, perlu ditanamkan sejak dini sehingga menjadi bagian dari karakter generasi penerus.

“Kerukunan itu tidak cukup hanya kita bicarakan, tetapi harus kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar dan kemudian berkembang menjadi kehidupan masyarakat yang saling menghargai. Inilah yang harus terus kita jaga bersama di Karangasem,” pungkasnya.

Pertemuan GOW dengan Pengajian Al-Hidayah tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal dari semakin eratnya komunikasi dan kerja sama antarkelompok perempuan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif dalam memperkuat persatuan, toleransi dan harmoni sosial di Kabupaten Karangasem. (tio/bfn)