KARANGASEM, Balifactualnews.com – Ratusan warga, sanak keluarga, dan para pelayat memadati Setra Desa Adat Selat pada Senin (7/7/2025) sore, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada bidan Ni Luh Putu Surya Adnyani dan putra semata wayangnya, I Wayan Eka Wira Yudistira.
Isak tangis pecah saat jenazah ibu dan anak ini tiba di kuburan sekitar pukul 14.00 WITA. Tangis keluarga dan kerabat tak terbendung, sementara doa-doa mengiringi prosesi pemandian jenazah sebelum menuju peristirahatan terakhirnya.
Kakak ipar korban, I Wayan Ariana, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian adik iparnya beserta keponakannya. “Tidak ada firasat apapun. Saat kejadian, kami semua terkejut dan terpukul. Dia sangat baik, rajin pulang kampung kalau ada upacara,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ni Luh Putu Surya Adnyani dan I Wayan Eka Wira Yudistira dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah di kampung halaman. Sebagai bidan di Puskesmas II Karangasem dan suaminya sebagai Babinsa di Desa Seraya, keduanya tinggal di Desa Seraya Tengah. Namun, nasib naas menimpa mereka pada Minggu (6/7) sore. Saat hujan deras menyebabkan luapan air meluber ke badan jalan utama Amlapura–Seraya. Niat menghindari banjir, mereka mencari jalur alternatif dengan menyusuri aliran Sungai Pitpit, Banjar Dinas Gambang, Desa Seraya Tengah, tetapi arus deras justru menyeret mereka berdua.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan. Setelah pencarian selama satu setengah jam, kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Jenazah keduanya kemudian dievakuasi ke Puskesmas Karangasem II Seraya sebelum akhirnya dititipkan di RSUD Karangasem oleh pihak keluarga. Sebelum dimakamkan, pihak keluarga melaksanakan upacara ngulapin di lokasi kejadian, puskesmas, dan rumah sakit.
Masyarakat Desa Seraya Tengah dan sekitarnya memberikan penghormatan terakhir kepada bidan dan anaknya yang meninggal dalam tragedi memilukan itu. Semoga keduanya mendapatkan tempat yang damai di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (Gede Suarta)
