JAKARTA, Balifactualnews.com – Google telah mendominasi sebagai mesin pencarian selama beberapa dekade. Namun, sejak Microsoft mengintegrasikan AI dengan ChatGPT milik OpenAI, Microsoft Bing telah mengalami pertumbuhan yang dramatis.
Melansir dari Blog Semrush.com, saat menempuh pendidikan doktoral di Universitas Stanford pada tahun 1998, Larry Page dan Sergey Brin mulai bekerja di Google—yang waktu itu bernama “Backrub”—dari kamar asrama mereka.
Misi mereka adalah mengatur sejumlah besar informasi di internet dan membuatnya dapat diakses oleh pengguna.Meskipun ada upaya untuk membuat mesin pencari dasar, Google berbeda.
Algoritme pencarian Google, PageRank, adalah yang pertama kali mempertimbangkan backlink suatu halaman web untuk menilai kualitasnya dan memberikan hasil pencarian yang sangat relevan.
Selama bertahun-tahun, Google tumbuh secara eksponensial. Tidak hanya sebagai mesin pencari, tetapi juga di banyak bidang lainnya. Seperti alat bisnis (Google Docs), email (Gmail), penyimpanan cloud (Google Drive), navigasi (Google Maps), penerjemahan (Google Translate), berbagi video (YouTube), browser (Google Chrome), dan masih banyak lagi.
Selain itu, Google baru-baru ini meluncurkan chatbot kecerdasan buatan generatif, Bard. Raksasa teknologi itu juga meluncurkan pengalaman pencarian generatif baru dengan jawaban yang didukung AI. Teknologinya masih dalam tahap pengembangan, tetapi akan menarik untuk melihat bagaimana mesin pencari itu berevolusi dalam waktu dekat.
Microsoft, raksasa teknologi yang didirikan pada tahun 1975, memperkenalkan Bing pada tahun 2009—menggantikan mesin pencari sebelumnya, Live Search. Bing hadir dengan fitur-fitur baru, seperti saran pencarian dan kueri terkait, untuk memberikan hasil yang lebih intuitif dan relevan.
Seiring berjalannya waktu, Microsoft terus berupaya meningkatkan kinerja, kecepatan, dan pengalaman pengguna Bing. Dan saat ini Bing menjadi mesin pencari tradisional terpopuler kedua di dunia. Mereka mengintegrasikan teknologi AI ke dalam mesin pencari mereka pada tahun 2023.
Hal ini memberikan Bing peningkatan besar dengan fitur-fitur yang didukung AI untuk pencarian yang lebih mudah dan cepat. Alat Market Explorer kami menunjukkan bahwa Google jelas merupakan pemimpin pasar.
Faktanya, Google.com menguasai 95,87% pasar pencarian global. Berapa Banyak Orang yang Menggunakan Bing vs. Google Bing mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2023. Bing mencapai 100 juta pengguna aktif harian beberapa minggu setelah meluncurkan chatbot AI barunya (didukung oleh GPT-4 Open AI).
Menurut Traffic Analytics, Bing memperoleh 660,5 juta pengunjung unik pada bulan Juni 2023. Namun Google masih memimpin dengan jumlah pengunjung unik sebanyak 8,2 miliar selama periode waktu yang sama. Meskipun demikian, integrasi AI Bing menjadikan mesin pencari tersebut sebagai pesaing nyata bagi Google. Bahkan Samsung sempat mempertimbangkan untuk mengganti mesin pencari default pada produknya dari Google ke Bing.
Bing mungkin memaksa Google untuk meningkatkan permainannya. Dan hal itu mempercepat laju adopsi AI dalam pencarian. Sementara menurut Reuters, integrasi teknologi OpenAI ke Bing milik Microsoft telah mendorong orang-orang ke mesin pencari yang jarang digunakan dan membantunya bersaing lebih baik dengan pemimpin pasar Google dalam pertumbuhan kunjungan halaman, menurut data dari firma analitik Similarweb.
Kunjungan halaman di Bing telah meningkat 15,8% sejak Microsoft Corp (MSFT.O), membuka tab baru meluncurkan versi yang didukung kecerdasan buatan pada 7 Februari, dibandingkan dengan penurunan hampir 1% untuk mesin pencari milik Alphabet Inc.(ina/bfn)













