Badung  

Petani Subak Balangan Menjerit Kesulitan Air, Dewan Badung Desak BWS Lakukan Normalisasi Irigasi


BADUNG, Balifactualnews.com – Sudah 20 tahun lebih para petani Subak Balangan, Kecamatan Mengwi, mengalami kesulitan air untuk mengairi sawahnya sehingga keluhan ini telah ditindak lanjuti para wakil rakyat di DPRD Badung.

Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama sejumlah anggota Komisi seperti I Nyoman Dirgayusa dan I Made Wijaya dalam rapat koordinasi dengan sejumlah pihak, di Badung Senin (8 Maret 2021) mendesak BWS Bali Penida, untuk segera melakukan normalisasi irigasi aliran air di Subak setempat.

“Wilayah ini kan menjadi kewenangan BWS Bali Penida, kami meminta untuk melakukan normalisasi sebagaimana yang menjadi harapan petani,” ucap Anom Gumanti.

Mengingat situasi Covid-19 yang membuat anggaran terbatas, paling tidak tahap pertama sesuai permintaan petani agar dibuka akses pembagian air ke Subak Balangan. Karena ini masalah pembagian air mohon dimediasi agar subak bisa kebagian air. Air ini kebutuhan utama setelah udara.

Anom Gumanti meminta Dinas PUPR badung untuk membantu jika memungkinan. Selanjutnya, jika debit air yang akan berndampak pada suplay air pada hulu, pihak petani siap untuk melakukan sistem pola tanam, Anom Gumanti pun meminta Dinas Pertanian dan pangan hadir untuk itu. Sehingga musim tanam subak yang berada di hulu dan subak balangan tidak berbenturan.

“Kalau masalah debit air, bisa dilakukan sistem pola tanam seperti yang disampaikan pekaseh,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung itu.

Sementara, dari pihak BWS Bali Penida I Wayan Riasa mengakui tidak tahu permasalahn yang menimpa petani di Subak balangan hingga 21 tahun lamanya. “Saya baru menjabat di Bali. Sebelumnya saya tidak tahu ada permasalahan ini,” katanya.

Setelah mengetahui duduk persoalan dari masalah itu. pihaknya pun berjanji segera menindaklajutinya.

Sementara itu, Pakaseh Subak Balangan I Ketut Matrayasa menaruh harapan besar agar masalah ini dapat dipecahkan. “Masalah ini sudah terjadi sejak lama. Semoga kali ini ada jalan keluar. Permasalah air yang terjadi sejak 21 tahun ini bisa diatasi, dan kami beharap bisa dinormalisasi,” harapnya.

Sebelumnya petani bersama mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar mendatangi gedung DPRD Badung, Senin 22 Pebruari 2021. Kedatangannya diterima ketua DPRD Badung I Putu Parwata untuk mengadukan krisis air yang terjadi di Subak Balangan dan Subak Uma Tegal, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi sejak puluhan tahun.

Keluhan itu bahkan telah disuarakan sejak zaman pemerintahan Bupati Badung AA Ngurah Oka Ratmadi hingga sekarang belum menemukan titik terang. Pada zaman AA Gde Agung masalah itu juga sempat disuarakan namun menumbuhkan jalan buntu. Alhasil, para petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengiri persawahan mereka.

Rapat juga dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Ida bagus Surya Suamba, Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Wijayana, Bali Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida I Wayan Riasa, Pekaseh Subak Balangan I Ketut Matrayasa serta gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang terus menyuarakan permasalah itu.(rus/ger/bfn)

Exit mobile version