PHDI: Sulinggih Berpolitik Langgar Perilaku Kesulinggihan

Ni Nengah Rustini/Ketua PHDI Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com—PHDI Karangasem geram dengan munculnya selebaran berupa  surat ajakan  untuk memilih salah satu pasangan calon Bupati  yang dibuat Ida Pedanda Gede Wayan Datah dan Bendesa Adat Budekeling Ida Wayan Jelantik Oyo.  Sikap sulinggih seperti itu dinilai  tidak memiliki etika dan melanggar  perilaku (sesana) kesulinggahan.

“Uger-ugernya sudah sangat jelas,  Sulinggih berpolitik  melanggar sesananing  (prilaku) kesulinggihan,” ujar   Ketua PHDI Karangasem Ni Nengah Rustini, Kamis (3/12/20). Kendati  ada pelanggaran seperti itu, kata dia, PHDI tidak berhak untuk membuat teguran, karena yang wajib menegur sulinggih adalah Nabe (guru) saat sulinggih bersangkutan di diksa.

“Berdasarkan uger-uger kawikon, seorang sulinggih harus selalu dinyatakan jujur oleh seorang walaka. Harus dinyatakan benar oleh seorang walaka. Tidak boleh seorang walaka menyatakan seorang sulinggih salah, tidak baik, atau berbohong. Hanya sang nabe sajalah yang berhak menilai. Atau kalau sang nabe lepas tangan, maka paruman sulinggih yang berhak mempattita seorang sulinggih,” tegasnya.

Sulinggih, kata Rustini,  dituntut teguh menjalankan dharmaning kawikon dan sasana kawikon, serta menerapkan dasadharma kapanditaan. Sulinggih yang melanggar sesananya, akan berakibat fatal ( asing angelung sasana angewetaken sanghara bhumi).

“Sulinggih adalah paragan (perwujudan) Sang Hyang Dharma. Beliau lambang kebenaran dan beliaulah penegak dharma di dunia. Beliau membawa tongkat (teteken) sebagai lambang dhandastra (senjata dewa Brahma). Juga sebagai simbol ketuaan dalam arti telah meninggalkan kehidupan grhasta yang penuh dengan dinamika duniawi. Artinya, kalau sudah menjadi sulinggih tidak lagi melekat dengan keduniawian apalagi sampai terlibat dalam politik. Kalau ini sampai terjadi jelas  sudah melanggar norma dan perilaku kesulinggihan itu sendiri,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, umat se Dharma di Karangasem sempat dihebohkan dengan beredarnya selebaran surat  dari oknum salah seorang sulinggih  yang mengajak memilih salah satu pasangan calon Bupati Karangasem pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Surat  dengan tanda tangan dan cap basah Bendesa Adat Budakeling, Ida Wayan Jelantik Oyo dan Ida Pedanda Gede Wayan Datah itu, tersebar luas di akun media sosial. Surat dengan ajakan nyeleneh oknum sulingggih itu mendapatkan komentar dan bulyan dari netizen. (tio/bfn)

Exit mobile version