Rekrut Ribuan Pantarlih, KPU Karangasem Lakukan Seleksi Terbuka

rekrut-ribuan-pantarlih-kpu-karangasem-lakukan-seleksi-terbuka
Kadek Suakra, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan SDM KPU Karangasem
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com-KPU Karangasem kembali segera melakukan  perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang  akan mulai diumumkan 13-17 Juni  mendatang. 

Petugas Pantarlih akan melaksanakan pemutakhiran data pemilih dengan masa kerja mulai 24 Juni – 25 Juli. Ini dilakukan  guna memperlancar proses rekrutmen badan adhoc di tingkat bawah itu, PPK dan PPS sudah mulai diarahkan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai tahapan rekrutmen Pantarlih. 

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, Kamis (6/6), mengatakan,   jumlah Pantarlih  yang di rekrut sebanyak 1.426 orang.  Mereka melakukan pemutakhiran data pemilih pada 856 TPS. Melihat jumlah Pantarlih pada Pilkada Serentak 27 November 2024 nanti tentu mengalami penurunan dibandingkan pada Pilkada tahun 2020 yang merekrut 1.115 Pantarlih. 

“Pantarlih berjumlah 1 orang untuk satu TPS dengan jumlah pemilih dalam 1 TPS lebih dari 400 orang, maka KPU Kabupaten dan PPS mengangkat 2 orang Pantarlih. Penurunan jumlah Pantarlih cukup beralasan, karena jumlah pemilih pada tiap TPS sekarang maksimal 600 orang pemilih,”jelas Sukara 

Sukara mengatakan, calon Pantarlih mengisi surat pendaftaran sebagai calon Pantarlih yang dilengkapi dengan persyaratan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2022. Rekrutmen tahapan Pantarlih ini sesuai dengan keputusan KPU nomor 638 tahun 2024 tentang perubahan kelima atas keputusan KPU nomor 476 tahun 2022 tentang pedoman teknis pembentukan badan adhoc penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota. 

“Calon Pantarlih selain melengkapi surat pendaftaran, juga harus melengkapi daftar riwayat hidup, foto kopi KTP, foto kopi ijazah menengah atas, pas foto, surat pernyataan dan surat keterangan. Usia paling rendah 17 tahun, berdomisili dalam wilayah kerja, mampu secara jasmani dan rohani, tidak menjadi anggota partai politik atau tidak lagi menjadi anggota partai politik paling singkat 5 tahun,” beber Sukara. 

Pembentukan Pantarlih mengutamakan keterampilan dalam penggunaan teknologi dan informatika serta kompatibel dalam pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.  Sedangkan dokumen dibuat dalam dua rangkap, satu rangkap diserahkan kepada PPS, dan satu rangkap lagi sebagai arsip Pantarlih. 

“Sesuai ketentuan pasal 52 PKPU nomor 8 tahun 2022, pembentukan Pantarlih dilaksanakan secara terbuka dengan memperhatikan kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemandirian calon Pantarlih,”jelasnya.  (tio/bfn)