Resahkan Warga, Penyebar Hoax Terkait Ngadegang Bendesa Adat Muncan Wajib Diproses Hukum

resahkan-warga-penyebar-hoax-terkait-ngadegang-bendesa-adat-muncan-wajib-diproses-hukum
Jero Manku Arda (tengah) berdama tokoh krama adat Desa Muncan saat diwawancara usai di klarifikasi MDA Kecamatan Selat, beberapa waktu lalu
banner 120x600

KARANGASEM, Bali Factual News–Krama Desa Adat Muncan, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, sampai saat ini masih diresahkan dengan pengumuman kesepakatan prajuru Desa Adat untuk kembali mengukuhkan Jero Gede Suwena Putus Upadesa  sebagai Bendesa Adat Muncan hingga tahun 2034. 

Hasil rapat prajuru dan penglingsir yang dilaksanakan di Pura Puseh  pada tanggal 14 Januari  2024 yang menyatakan mengukuhkan kembali Jero Gede Suwena sebagai Bendesa Adat  Muncan itu di share di WA Grup atas nama Paktut2.

Berdasarkan kesepakatan prajuru  tersebut, Jero Bendesa (Jero Gede Suwena Putus Upadesa),  lantas membuat pengumuman di WA Grup  dengan mengundang  Penglingsir Pura Kahyangan Desa, Kelian Banjar Tempek, Kelian Subak Bangket dan Kelian Subak Abian, Seka Gong Desa, Pecalang, LPD, Sabha dan Kertha Desa,  Prajuru Desa, serta Panitia Ngadegang Bandesa, untuk rapat pada Buda Pon Tolu, Rabu 17 Januari 2024  (dalam undangan ditulis tanggal 18 Januari 2024, Red). 

Rapat yang dilaksanakan di Pura Puseh  sekitar pukul 14.00 Wita, itu untuk merencanakan  persiapan paruman agung terkait Ngadegang Bendesa/ Prajuru  dan rencana upacara yadnya di Desa Adat Muncan. 

Usai rapat Paktut2 kembali menyebar pengumuman hasil rapat  yang dilaksanakan di Pura Puseh tersebut. Dalam pengumuman yang disebar di WA grup, Paktut2 menyatakan semua prajuru dan pengelisir yang ikut dalam rapat sudah sepakat untuk memutuskan  Jero Gede Suwena Putus Upadesa  sebagai Bendesa Adat Muncan hingga tahun 2034. Padahal dalam rapat itu satu kelian Banjar Adat Susut I Nyoman Neka, menyatakan tidak setuju dengan kesepakatan itu. 

Setelah ditelisik, pemilik nomor WA Paktut2 itu tak lain I Ketut Suena selaku kelian tempek  Batu Lempeh, Banjar Adat Gede.  Krama adat Muncan menilai, Ketut Suena sudah menyebar berita hoax terkait kesepakatan prajuru desa untuk ngadegang Jero Gede Suwena Putus Upadesa  sebagai Bendesa Adat Muncan 10 tahun ke depan, yakni 2024-2034.  

Tapi keputusan dalam rapat tersebut  dibantah Jero Gede Suwena Putus Upadesa  di dalam pemberitaan sebuah media.

“Krama Desa Adat Muncan sudah sangat diresahkan dengan pengumuman  itu. Sebagai pembelajaran, penyebar hoax hingga memunculkan kegaduhan di desa pihak yang menyebar berita bohong tersebut harus diproses secara hukum,” tegas Jro Mangku Komang Arda

Senada dengan Jro Mangku Arda, I Wayan Tunas salah satu tokoh krama Desa Adat Muncan, mengatakan, kalau memang benar bantahan Jero  Gede Suwena dalam berita sebuah media,  sebagai krama adat, pihaknya berharap  Sabha Desa untuk segera membuat perarem ngadegang bendesa dan pembentukan panitia ngadegang sesuai dengan mekanisme perda 4 tahun 2019 serta awig- awig Desa Adat Muncan. 

Sabha Desa jumlahnya hampir  157 orang, meliputi lain, Kelian Dadia sekedesaan Muncan, Kelian Seka Gong, Kelian Subak, Kelain Tempek, Kelian Banjar Adat, Kelian Banjar Dinas ( Kawil ), Pecalang, Linmas, Ketua PKK dan BPD.

“Kami berharap dalam pembuatan perarem ngadegang bendesa serta pembentukan panitia selalu melibatkan unsur Sabha Desa  ini,” pungkas Wayan Tunas. (tio/bfn)