Rumah Lansia Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

rumah-lansia-terbakar-kerugian-ratusan-juta
Rumah milik I Nengah Lagas (65) yang terletak di Banjar Dinas Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem hangus terbakar pada Kamis (23/5/2024) dini hari
banner 120x600

 

KARANGASEM, Balifactualnews.com–Api begitu cepat menyambar rumah I Nengah Lagas (65) hingga menghanguskan semua barang berharga miliknya, Kamis (23/5/2024), dini hari. 

Lansia asal Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, malam itu sedang tidur di kamarnya. Tapi saat terbangun karena mendapati lampu listrik di rumahnya padam. Mendapati kondisi itu, Lagas  bergegas keluar kamar  dengan maksud untuk menyalakan kilometer listrik. Tapi, saat baru beranjak di teras rumah, pria malang ini mendapati  api sudah berkobar membakar rumahnya yang berlokasi di sebelah timur tempat tidurnya. 

Lagas panik, dia berusaha untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang ada di dalam kamar. Tapi upayanya itu tidak bisa dijalankan, karena terhalang puing-puing (plafon rumah) yang jatuh akibat terbakar dilahap Si Jago Merah. 

Ditengah kepanikannya itu, Lagas berteriak minta tolong pada tetangga terdekat. Teriakan Lagas  tengah malam itu mengundang perhatian warga. Dalam hitungan menit warga  berdatangan. Sambil membawa alat seadanya dia mereka berusaha untuk memadamkan api dengan air dari cubang komunal  yang ada di rumahnya.

Perjuangan keras warga untuk memadamkan api yang membakar rumah Lagas berhasil. Namun sayang, seluruh bangunan, dan barang berharga yang disimpan di dalam rumah seperti KTP, KK, BPKB, sertifikat tanah, perhiasan emas hingga peralatan rumah tangga, satupun tidak bisa diselamatkan.  Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. 

Kasi Humas Polres Karangasem, IPTU Gede Sukadana, membenarkan peristiwa kebakaran itu. Dia mengatakan, kebakaran terjadi diduga akibat terjadinya korsleting listrik di rumah korban. 

“Api pertama kali ditemukan korban  dari plafon  rumah sebelah timur.  Saat ditemukan api sudah berkobar cukup besar,” ungkap Sukadana. (tio/bfn)