Sambut HBKN, Pemkab. Buleleng Kembali Gelar Pasar Murah

sambut-hbkn-pemkab-buleleng-kembali-gelar-pasar-murah
Sambut HBKN, Pemkab. Buleleng Kembali Gelar Pasar Murah. di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Kamis (7/3).
banner 120x600

BULELENG, Balifactualnews.com – Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Hari Raya Kuningan, Nyepi dan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar pasar pangan murah yang mengambil lokus di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Kamis (7/3). Beragam produk pangan lokal dijual pada event tersebut, mulai dari beras, telur ayam, minyak goreng, dan berbagai bahan pokok lainnya.

Selain Pemkab Buleleng, Bulog juga turut andil dalam kegiatan yang bertujuan untuk stabilisasi harga jelang HBKN ini. Bulog kembali mendistribusikan beras SPHP, minyak dan gula kepada masyarakat dengan harga relatif terjangkau. Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama Kepala Polres Buleleng Ida Bagus Widwan Sutadi, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna bersama beberapa Pimpinan OPD terkait lingkup Pemkab. Buleleng turun langsung untuk memantau sembari berinteraksi dengan masyarakat.

Pj. Lihadnyana mengatakan bahwa menyambut HKBN ini pemerintah secara bertahap akan kembali merancang program pasar murah sesuai kebutuhan bahkan bisa dilakukan seminggu sekali. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan harga komoditi yang relatif terjangkau kepada masyarakat. “Setelah kita pantau, memang ada kecenderungan harga beras yang relatif murah. Termasuk juga bawang merah. Hanya saja yang menjadi perhatiannya kebutuhan cabai merah besar yang meningkat ditengah produksi yang menurun akibat cuaca,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya menegaskan pemerintah sudah melakukan upaya dalam mengintervensi kebutuhan cabai melalui gerakan menaman cabai. Disamping juga kedepannya akan melakukan terobosan agar kenaikan harga cabai tidak berulang tahun. Sehingga nantinya bisa memproduksi cabai saat musim penghujan dan tidak adalagi alasan tentang pasokan maupun kenaikan harga nantinya. “Ini kan sudah sering terjadi makanya kita akan buat terobosan dan harga bisa turun. Karena kewajiban pemerintah daerah tidak hanya memantau tapi memastikan harga komoditi bisa dijangkau masyarakat. Paling tidak bisa memberikan intervensi harga maupun penurunan harga melalui mekanisme yang ada,” tutup Lihadnyana.

Masyarakat sangat antusias terhadap kehadiran pasar pangan murah ini, sebab mereka dapat memperoleh beras dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satunya adalah Kadek Lia dari Banyuning Barat.

Kadek Lia mengaku merasa sangat terbantu terkait adanya pasar murah ini. Baginya ini sangat membantu masyarakat khususnya kalangan bawah sehingga bisa membeli komoditi dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan di tempat yang lain. “Saya harap sih kegiatan ini secara kontinue dilakukan. Selain harga murah, kegiatan ini sangat membantu masyarakat kalangan bawah,” pintanya. (tya/bfn)