Sanksi ini Diterapkan KONI Badung Bagi Pengkab Cabor tak Berkegiatan

sanksi-ini-diterapkan-koni-badung-bagi-pengkab-cabor-tak-berkegiatan
Ket Foto : Cabor dibawah KONI Badung diminta juara umum pada Porprov Bali 2025. Foto : bfn/ena
banner 120x600

BADUNG, Balifactualnews.com – Serius. Inilah sikap yang ditunjukkan KONI Badung dalam melakukan evaluasi dan koreksi terhadap Pengurus Kabupaten (Pengkab) cabang olahraga (cabor) dibawahnya. Bahkan sanksi tegas juga telah disiapkan untuk diterapkan. Terutama terkait degan aktivitas dan tanggung jawab Pengkab cabor.

“Kami pastikan nanti ada sanksi bagi Pengkab cabor yang sama sekali tak melakukan kegiatan seperti yang gampang dan riil saja seperti menggelar kejuaraan, melakukan rapat Pengkab sampai tidak meraih medali satupun di Porprov Bali 2022 lalu,” ujar Ketua Umum KONI Badung I Made Nariana di KONI Badung, Rabu (13/12/2023).

Bahkan jika parah sekali menurut Mantan Ketua Umum KONI Bali itu, jika ada Pengkab cabor yang semuanya masuk dalam kategori tak melakukan kegiatan tersebut bisa jadi bakal didegradasi statusnya sebagai anggota KONI Badung. Dan itu sejatinya sudah dilakukan oleh beberapa KONI kabupaten yang ada di Bali.

“Sanksinya selain didegradasi juga ada saksi lain mungkin tidak memperoleh dana pembinaan atau kalaupun dapat mungkin sedikit sekali. Jadi jangan lalu sudah menjadi anggota KONI Badung lantas seenaknya tak menggelar kegiatan atau tak meraih medali satupun di Porprov Bali lalu tenang-tenang saja. Pokoknya semuanya akan kami lihat dan pantau secara rutin,” sebut Nariana.

Semua itu dilakukannya disebutkan Nariana, karena KONI Badung ingin semua Pengkab cabor menjalankan kegiatan tersebut dan dari sisi prestasi Badung akan terus meningkat dan pengprov cabor bisa menjaga predikat juara umum di Porprov Bali, sedangkan cabor yang belum juara umum bisa mengejar dan meraih predikat juara umum.

“Seperti saya tegaskan berkali-kali, untuk mengejar predikat juara umum bagi cabor yang belum bisa meraih itu, jangan segan-segan mengganti pelatihnya yang lebih bagus lagi. Seperti sepakbola kalau gagal maka pelatihnya digantikan pelatih lainnya. Intinya pengkab cabor harus terus melakukan hal yang positif dengan arah prestasi termasuk dari sisi pembinaan. Maka dari itulah Pengkab cabor harus melakukan kegiatan yang merupakan tanggung jawabnya,” tandas Nariana. (ena/bfn)