Selvina Rambu Mayi Belum ada Kabar, Keluarga Bertahan dengan Doa di Pelabuhan Padangbai

selvina-rambu-mayi-belum-ada-kabar-keluarga-bertahan-dengan-doa-di-pelabuhan-padangbai
Feri (29), salah satu kerabat Selvina, sejak Rabu pagi berada di Pelabuhan Padangbai. Ia terus berkomunikasi dengan petugas untuk mengetahui perkembangan operasi pencarian.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Pelabuhan Padangbai, ada keluarga yang memilih bertahan dengan satu harapan: Selvina Rambu Mayi (29) segera ditemukan.

Perempuan asal Sumba Barat itu menjadi salah satu dari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang hingga Kamis (13/8) masih dalam pencarian setelah kapal tersebut terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8)

Baca Juga : 211 Selamat, Lima Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Dicari, Tim SAR Perluas Penyisiran di Selat Lombok

Sejak kabar kebakaran kapal diterima keluarga, Pelabuhan Padangbai menjadi tempat mereka menggantungkan harapan. Informasi dari petugas SAR terus dipantau, sementara kabar tentang keberadaan Selvina menjadi penantian yang tak kunjung berakhir.

Feri (29), salah satu kerabat Selvina, sejak Rabu pagi berada di Pelabuhan Padangbai. Ia terus berkomunikasi dengan petugas untuk mengetahui perkembangan operasi pencarian.

“Keluarga saya berangkat lima orang, empat selamat dan dievakuasi ke Lembar kemarin. Sementara Selvina masih hilang kontak dengan kami. Masih proses pencarian,” ujar Feri, Kamis (13/8).

Lima anggota keluarganya berangkat dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA menggunakan KMP Putri Yasmin. Perjalanan yang semula diharapkan berlangsung biasa berubah menjadi kepanikan ketika kapal terbakar beberapa jam kemudian.

Sekitar pukul 04.00 WITA, keluarga yang berada di darat menerima sebuah video dari salah satu anggota keluarga yang berada di atas kapal. Video itu dikirim ke grup WhatsApp ketika sebagian keluarga masih terlelap.

“Jam setengah 4 pagi, adik saya yang di kapal kirim video di grup WhatsApp. Kami semua saat itu masih tidur,” kenang Feri.

Video tersebut menjadi awal dari kepanikan keluarga. Dalam rekaman, sang adik terlihat panik dan menangis. Ia mengabarkan kondisi kapal yang sedang mencekam sekaligus meminta keluarga mendoakan keselamatannya.

Jaket pelampung telah dikenakan. Penumpang juga mendapat arahan untuk meninggalkan kapal dengan terjun ke laut.

Dalam situasi penuh kepanikan itu, beberapa anggota keluarga Feri akhirnya berhasil diselamatkan. Empat orang kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar. Namun, kabar baik itu belum lengkap.

Nama Selvina masih belum tercatat di antara mereka yang berhasil ditemukan.
Sejak mengetahui kapal terbakar, Feri langsung menuju Pelabuhan Padangbai. Hingga Kamis, ia masih bertahan di sana, menunggu setiap perkembangan informasi dari tim SAR.

“Informasi terakhir, tim SAR masih mengerahkan beberapa tim untuk pencarian. Kami sangat berharap, ia (Selvina) bisa selamat,” katanya penuh harap.

Kecemasan yang sama dirasakan Delsi (25), adik Selvina. Ia terlihat menunggu di Kantor ASDP Pelabuhan Padangbai, berharap ada kabar baik tentang kakaknya.

“Semoga saja kakak saya selamat,” ungkap Delsi singkat.

Bagi keluarga, Selvina bukan sekadar satu nama dalam daftar penumpang yang hilang. Ia adalah anggota keluarga yang sedang menjalani perjalanan pulang ke Sumba Barat bersama suaminya untuk mengikuti prosesi pernikahan adat.

Selama ini Selvina bekerja di sebuah laundry di kawasan Nusa Dua, Bali. Perjalanan pulang itu seharusnya menjadi perjalanan menuju sebuah momen penting bersama keluarga di kampung halaman.

Namun, musibah di tengah Selat Lombok mengubah semuanya menjadi penantian.
Hingga Kamis sore, keluarga masih menggenggam harapan yang sama. Di tengah operasi SAR yang terus berlangsung, mereka menunggu satu kabar yang paling diinginkan Selvina ditemukan dalam keadaan selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga. Bagi mereka, pencarian belum berakhir. Selama belum ada kepastian, harapan untuk Selvina masih tetap ada. (tio/bfn)