Sempat Viral Di Medsos, Danau Yeh Malet Kini Kering


KARANGASEM, Balifactualnews.com Danau Yeh Malet yang terletak di Desa Antiga, Manggis sempat jadi obyek wisata favorit. Namun saat ini seiring musim kering kondisi danau tersebut sejak enam bulan lalu mengering.

Sebelumnya danau yeh Malet sempat menjadi obyek wisata di manggis. Bahkan sempat viral di medsos. Saat itu pengunjung yang datang mencapai 300 orang perharinya.

Saat itu pihak pengelola yang juga dari kalangan subak membuat rakit untuk dipakai berkeliling danau.

Danau yeh Malet dahulunya bernama Taman Sari sebab mirip pertamanan. “Dulu saat masih ada airnya sempat ramai,” ujar Nengah Ludri, pedagang disekitar danau tersebut.



Danau ini terbentuk puluhan tahun lalu. Mulanya kawasan ini adalah kawasan persawahan. Saat ditanam padi air semakin tinggi. Sehingga lahan seluas 4 haktar tersebut menjadi danau bercampur. Warga sekitar menyebut nama Malet. Ini juga sekaligus menjadi nama Banjar Yeh Malet yang artinya danau lumpur. Saat Danau ini menjadi obyek wisata, air danau ini mencapai 4 meter.

Hal senada juga diungkapkan Wayan Sudarma, salah seorang warya Yeh Malet. Namun kondisi Danau tersebut kini memprihatinkan. Anjungan bambu dan kayu yang dulu dipakai untuk masuk ke dalam danau kondisinya sudah rusak dan rapuh. Bahkan kelompok pengelolanya pun kini telah bubar. Namun bekas spot fotonya masih dibiarkan begitu saja.

“Saat ramai dulu pengunjung ramai untuk berkeliling danau atau sekedar berfoto ria,” tambah Ludri.

“Saat ramai dulu banyak warga atau pengunjung yang datang naik rakit untuk mengeliligi danau tersebut,” ujar Ludri.

Bahkan menurutnya warung -warung yang ada di sekeliling danau ini juga ikut menikmati berkahnya. Tapi saat ini pengunjung sudah tak ada. Warung-warung yang dulu ada juga sudah menghilang. Hanya beberapa pedagang yang masih bertahan.

Pengelolaan dilakukan oleh kelompok. Kawasan ini sendiri masuk Subak Mastiti. “Awalnya anak -anak sekolah yang ramai datang untuknsekedar Selfi,” tambahnya. Kemudian warga Sudana berinisiatif membuat kelompok untuk mengelola dan membagun fasilitas selfie dan rakit. Warga yang ikut kelompok mengeluarkan urunan uang Rp 300 ribu per orang untuk membeli bambu untuk membuat tempat selfie dan rakit. Danau ini dekat dengan jalan raya utama Amlapura —Klungkung masuk ke Utara sekitar 500 meter. Saat ini danau tersebut ditumbuhi enceng gondok. (ani/ger)

Exit mobile version