JATIM, Balifactualnews.com – Pemkab Karangasem tidak ingin setengah-setengah dalam menjalankan programnya. Seperti salah satunya, program di bidang pertanian yakni budidaya kapas, baik Bupati dan Wakil Bupati pun ingin menuntaskan hingga menjadi benang tenun untuk memenuhi pasar benang kebutuhan pengerajin tenun di Karangasem. Keseriusan Bupati I Gede Dana dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa untuk menjadikan Kabupaten Karangasem sebagai sentra kapas dan benang di Bali, dibuktikan dengan mengutus Dinas Pertanian, Dinas UKM Koperasi,dan Perindag, Balepelitbangda serta tenaga ahli untuk belajar dan meniru budidaya maupun industri kapas ke Jawa Timur,tepatnya ke Kabupaten Tuban, Malang dan Pasuruan.
Rombongan yang berjumlah 7 orang termasuk Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, dihari pertama menjajaki kabupaten Tuban dengan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Surabaya, rombongan diterima oleh asisten perekonomian dan pembangunan setda Tuban, Endro Budi Sulistyo, dan sejumlah OPD terkait di ruang rapat P. Soedjono Poetro. Dari pemaparan Asisten Endro Budi Sulistyo, budidaya kapas di Tuban ada dua varietas yakni kapas putih dan kapas berwarna coklat. Saat ini, budidaya kapas terpusat di satu kecamatan yakni di Kecamatan Kerek. “Paling banyak memang di Desa Kedung Rejo, luas lahan kapas seluas 25 hektar,” papar Endro Budi Sulistyo.















