Sidak Komisi III DPRD Klungkung ke SMPN 2 Dawan, Ditemukan Kekurangan Ruang Kelas Hingga Siswa Terpaksa Masuk Sore

sidak-komisi-iii-dprd-klungkung-ke-smpn-2-dawan-ditemukan-kekurangan-ruang-kelas-hingga-siswa-terpaksa-masuk-sore
Komisi III DPRD Klungkung melakukan observasi ke SMP N 2 Dawan, Senin (27/5/2024).
banner 120x600
SEMARAPURA, Balifactualnews.com – Komisi III DPRD Klungkung melakukan observasi ke SMP N 2 Dawan, Senin (27/5/2024). Terungkap ada temuan beberapa permasalahan mencuat  mulai dari sekolah yang kekurangan ruang kelas, hingga permasalahan kekurangan guru.
Kedatangan anggota dewan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III I Nengah Ary Priadnya, dan dihadiri oleh anggota dewan lainnya, Anak Agung Gede Sayang Supartha, Wayan Buda Parwata, Nengah Mudiana, dan Made Wibawa. Dalam kunjungan tersebut, mereka diterima langsung Kepala Sekolah SMP N 2 Dawan, Putu Buditayasa.
Dalam pembahasan antara anggota dewan dan pihak sekolah, ada beberapa permasalahan yang mencuat. Misalnya pihak sekolah yang masih kekurangan ruang kelas. Sehingga tidak ada lagi siswa yang masuk siang.
“Kalau idealnya semua siswa masuk pagi, sehingga pengawasan dan belajar mengajar di sekolah bisa optimal. Sementara untuk kondisi saat ini kami di SMP N 2 Dawan masih kurang ruang kelas, sehingga siswa kelas VII kami putuskan masuk siang,” ungkap Putu Buditayasa.
Ia merinci, di SMP N 2 Dawan saat ini terdapat 17 ruang kelas. Sementara untuk kelas VIII dan kelas IX saja sudah terpakai 15 kelas, hanya tersisa 2 kelas. Sementara untuk siswa kelas VII membutuhkan 7 kelas.
“Sehingga kami masih kurang 2 kelas, agar semua siswa bisa masuk pagi,” ungkapnya.
Dari segi infrastruktur lainnya, SMP N 2 Dawan juga masih kekurangan tembok. Saat ini hanya di depan sekolah saja yang sudah terbangun tembok.
“Tembok penyengker batu depan saja. Sehingga masih rawan dari sisi keamanan,” terang Buditayasa.
Sementara masalah lainnya yang terungkap yakni kekurangan tenaga guru. Di SMP N 2 Dawan saat ini masih kekurangan guru BK (Bimbingan Konseling) dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
“Kurukulum merdeka belajar sebenarnya wajib ada guru TIK. Tapi karena tidak ada Guru TIK, terpaksa kami berdayakan guru matematika, yang kebetulan memahami TIK sedikit-sedikit,” pungkasnya.
Ketua Komisi III DPRD Klungkung, Nengah Ary Priadnya mengatakan, setelah mendata berbagai permasalahan di SMP N 2 Dawan, pihaknya akan segera melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan. Komisi III DPRD Klungkung akan membahas masalah tersebut.
“Sekolah minta solusi untum tambah ruang kelas baru, kami akan sampaikan dengan pihak disdik. Seharusnya masalah kekurangan kelas ini juga jadi prioritas untuk diselesaikan,” jelas Ary Priadnya.

Sementara itu wakil Ketua Komisi 3 DPRD Klungkung Wayan Buda Parwata menambahkan bahwa kita melakukan observasi terkait kondisi sekolah  riil yang ada di SMPN 2 Dawan.

“Kita obserbasi karena ada laporan sekolah  kekurangan sarpras dan Guru ini kita amati dan tindak lanjuti,” ungkapnya. (Roni/bfn)