Suadnyana Kembali Didukung Pimpin Pasemetonan Sira Arya Gajah Para

Tekad Tuntaskan Pura Pedarman di Besakih

suadnyana-kembali-didukung-pimpin-pasemetonan-sira-arya-gajah-para
I Ketut Suadnyana saat peringatan hari ulang tahun ke-5 Pesemetonan Agung Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas di Kabupaten Karangasem, Kamis (12/2).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai peringatan hari ulang tahun ke-5 Pesemetonan Ageng Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas di Kabupaten Karangasem, Kamis (12/2). Dalam momentum tersebut, dukungan kembali mengalir kepada I Ketut Suadnyana untuk melanjutkan pengabdian sebagai Ketua Umum Pusat periode 2026–2031.

Aspirasi itu disampaikan jajaran pengurus dari tingkat kecamatan hingga kabupaten yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai kepemimpinan Suadnyana masih dibutuhkan untuk menjaga soliditas pasemetonan serta menuntaskan sejumlah program yang tengah berjalan.

Ketua Pengurus Kabupaten Karangasem, I Ketut Udiana, mengatakan usulan tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi dari bawah.

“Kami dari pengurus kecamatan sampai kabupaten telah menyetujui beliau untuk kembali menjadi Ketua Umum Pusat periode 2026–2031. Keputusan ini akan dibawa dalam Mahasabha yang digelar 21 Februari 2026 di Graha Wisata Besakih,” ujarnya.

Dukungan serupa juga datang dari sejumlah kabupaten/kota lainnya di Bali. Menanggapi hal itu, I Ketut Suadnyana mengaku bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia berharap keputusan resmi dapat disepakati dalam Mahasabha mendatang.

“Selain Karangasem, beberapa kabupaten/kota juga telah mengusulkan saya kembali memimpin. Semoga saat Mahasabha di Besakih nanti bisa disepakati bersama,” ucapnya.

Lebih dari sekadar jabatan, Suadnyana menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan Pura Pedarman di Besakih yang menjadi program prioritas pasemetonan. Ia optimistis pembangunan dapat rampung pada 2027 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan karya.

Menurutnya, semangat kebersamaan justru semakin menguat setelah musibah sambaran petir yang merusak bangunan meru beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut memantik solidaritas pasemetonan untuk terus bergotong royong melalui punia yang terus mengalir.

“Dengan kejadian itu, pasemetonan semakin bangkit. Kami pastikan pembangunan pura pedarman terus berjalan sampai tuntas,” tegasnya.

Momentum ulang tahun ke-5 ini pun menjadi refleksi perjalanan organisasi, sekaligus penguat komitmen menjaga warisan leluhur dan mempererat persaudaraan di antara pasemetonan ke depan. (tio/bfn)