TAARA dari Google Revolusi Internet dengan Cahaya, Penantang Serius Starlink

TAARA dari Google Revolusi Internet dengan Cahaya, Penantang Serius Starlink
Taara sedang dipasang di pedesaan India. Foto Wired

JAKARTA, Balifactualnews.com – TAARA (Terabit Access for Rural and Remote Areas) adalah proyek ambisius besutan Google yang dirancang untuk membawa internet berkecepatan tinggi ke pelosok dan daerah terpencil di seluruh dunia. Mengandalkan teknologi Free Space Optical Communication dengan mengirimkan data melalui sinar cahaya laser yang tak terlihat. TAARA mampu memancarkan informasi dalam jumlah besar melintasi jarak puluhan kilometer tanpa kabel atau infrastruktur rumit.

Keunggulan TAARA ada pada efisiensi dan skalabilitasnya, pemasangan cepat, biaya lebih rendah, dan kecepatan transmisi yang dapat menandingi jaringan serat optik. Karena itu, proyek ini disebut-sebut sebagai penantang serius bagi Starlink milik Elon Musk, yang mengandalkan konstelasi satelit di orbit rendah.

Jika Starlink menembus langit dengan ribuan satelit, TAARA justru menembus udara dengan sinar cahaya yang presisi, membuka akses digital bagi jutaan orang yang selama ini terpinggirkan dari dunia onlinePersaingan ini bukan sekadar adu teknologi, melainkan perlombaan untuk menghubungkan dunia hingga ke titik terakhir di peta.

“Pemasangan jaringan ini seperti halnya memasang kabel fiber, tapi lewat udara,” ujar Vishal Arora, General Manager Google Taara, dilansir Wired.

Berbeda dengan Starlink milik Elon Musk yang menggantungkan harapan pada ribuan satelit di orbit, TAARA memilih jalur yang lebih membumi, namun tak kalah futuristis yakni dengan sistem mengirim data dengan sinar laser tak terlihat. Teknologi Free Space Optical Communication ini menembakkan pancaran cahaya ultra-presisi yang mampu menembus jarak puluhan kilometer, membawa informasi secepat kilat secara harfiah.

Bayangkan sebuah desa di puncak pegunungan atau pulau terpencil yang sebelumnya harus puas dengan sinyal lemah dan koneksi tersendat. Dengan TAARA, hanya butuh sepasang pemancar dan penerima untuk menghadirkan internet berkecepatan terabit per detik. Tidak ada kabel yang harus ditanam, tidak ada satelit yang harus diluncurkan, hanya cahaya yang melesat di udara.

Para pengamat industri menyebut TAARA bermain lebih cantik karena ia tidak memonopoli langit, namun ambisinya besar yakni menutup kesenjangan digital dunia. Jika proyek ini berhasil skala global, bukan tidak mungkin cahaya TAARA akan bersinar di setiap tempat yang selama ini terabaikan peta internet. (ina/bfn)

Exit mobile version