Tebing Tergerus Ancam SMPN 3 Bebandem, Komisi IV DPRD Karangasem Desak Penanganan Segera

tebing-tergerus-ancam-smpn-3-bebandem-komisi-iv-dprd-karangasem-desak-penanganan-segera
Komisi IV DPRD Karangasem melakukan inspeksi lapangan ke SMP Negeri 3 Bebandem yang berlokasi di Banjar Butus, Desa Bhuana Giri, Kamis (23/7/2027).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Komisi IV DPRD Karangasem melakukan inspeksi lapangan ke SMP Negeri 3 Bebandem yang berlokasi di Banjar Butus, Desa Bhuana Giri, Kamis (23/7/2027). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tebing di sisi timur sekolah yang mengalami abrasi dan dinilai berpotensi longsor.

Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan keamanan lingkungan sekolah. DPRD Karangasem ingin memastikan aktivitas belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik, terutama saat musim hujan yang berisiko meningkatkan potensi longsor.

Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengatakan pihaknya sengaja turun ke lokasi agar memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi sekolah serta ancaman yang dihadapi akibat kerusakan tebing tersebut.

Dari hasil pertemuan dengan pihak sekolah, diketahui terdapat dua bangunan di bagian timur yang sudah tidak difungsikan sebagai ruang belajar. Keputusan itu diambil setelah muncul retakan pada tanah penyangga bangunan yang dipicu oleh abrasi.

“Kami ingin mengetahui secara pasti apakah lingkungan sekolah ini masih aman digunakan. Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, dua gedung telah dikosongkan karena kondisi tanah di bawahnya mengalami retakan. Seluruh kegiatan belajar kini dipusatkan di bangunan yang dianggap masih layak dan aman,” ujar Sudira.

Ia menilai pemerintah perlu segera menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil kajian teknis. Apabila lokasi masih dinyatakan aman, penguatan tebing harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas. Sebaliknya, jika kondisi dinilai membahayakan, pemerintah diminta menyiapkan alternatif lain demi keselamatan warga sekolah.

“Keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas. Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Mengenai kajian teknis yang disebut pernah dilakukan beberapa tahun lalu, Sudira mengaku belum memperoleh informasi terkait hasil maupun tindak lanjutnya. Menurutnya, Komisi IV DPRD Karangasem hingga kini belum pernah dilibatkan dalam pembahasan kajian tersebut.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 3 Bebandem, I Made Wijana, memastikan proses belajar mengajar masih berjalan normal. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menerima sebanyak 106 siswa baru yang terbagi ke dalam empat rombongan belajar.

Menurut Wijana, seluruh peserta didik masih dapat mengikuti pembelajaran dengan baik karena dua bangunan yang terdampak sudah tidak lagi digunakan sebagai ruang kelas. Saat ini, bangunan tersebut hanya dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang yang sudah tidak terpakai.

Meski aktivitas sekolah tetap berlangsung, ia mengaku kekhawatiran selalu muncul ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan kondisi di lapangan, tebing yang mengalami abrasi diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter dengan lebar antara 10 sampai 18 meter.

Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan penanganan terhadap tebing yang terus tergerus agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak mengancam bangunan maupun keselamatan seluruh warga sekolah. (tio/bfn)

Exit mobile version