KARANGASEM, Balifactualnews.com–Proyek strategis Stadion I Gusti Ketut Jelantik di Jalan Veteran, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, yang menyerap anggaran belasan miliar rupiah kembali menuai sorotan.
Selain proyek yang dikerjakan tidak memiliki kualitas bagus, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), juga menemukan ada kelebihan bayar pada proyek pengerjaan tribun stadion karena rekanan mengerjakan tidak sesuai dengan bestek yang sudah ditentukan.
Akibat temuan itu, kabarnya rekanan yang menggarap proyek tribun stadion harus mengembalikan uang hingga ratusan juta rupiah.
Kabar ini semakin menguatkan dugaan bau amis pengerjaan tribun stadion yang sudah rampung dikerjakan itu benar adanya. Ini terlihat dari pengurangan volume beberapa pekerjaan, tidak ada tindakan tegas dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karangasem, selaku pemilik proyek tersebut. Proyek strategis yang digarap asal-asalan itu dituding buntut dari lemahnya pengawasan.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Karangasem I Gusti Made Artha Wijaya, dikonfirmasi wartawan, melalui sambungan telepon, Sabtu (23/12/2023), mengakui ada temuan BPK terhadap kelebihan bayar dalam proyek tribun stadion tersebut.
“Benar ada pengembalian uang karena BPK menemukan proyek tribun stadion dikerjakan tidak sesuai bestek. Ada ketidaksesuaian volume pada atap dan pembesiannya. Kalau tidak salah uang yang dikembalikan rekanan lebih dari Rp 200 juta,” jelas I Gusti Made Artha.
Pusing dengan temuan BPK tersebut, lanjutan proyek stadion I Gusti Ketut Jelantik tahun 2023, khususnya pada bagian lapangan kembali menuai sorotan. Selain proyek yang dikerjakan molor dari batas waktu pengerjaan yang ditentukan, kondisi lapangan juga masih terlihat bergelombang dengan batu kerikil berserakan di dalam lapangan.
Terhadap keterlambatan pengerjaan proyek lapangan itu, Gusti Made Artha Wijaya tak menampik. “Ya pengerjaannya terlambat tiga hari dan sudah dikenakan denda. Saat ini proyek lapangan stadion masuk tahap pemeliharaan. leveling lapangan sudah dilakukan perataan, tetapi tidak bisa pakai alat yang besar,” pungkasnya. (tio/bfn)
