BADUNG, Balifactualnews.com Focus Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut dari High Level Meeting (HLM) yang dilaksanakan pada bulan lalu bahwa Badung sampai saat ini sudah mampu secara stabil untuk menekan angka inflasi dan diharapkan secara stabil bisa terus dipertahankan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa disaat menghadiri sekaligus membuka FGD tindak lanjut Rakornas TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) tahun 2019. FGD dengan Topik Bahasan.
“Sinergi dan Inovasi Dalam Mendukung Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi Pangan di Kabupaten Badung,” di Ruang Rapat Nayaka Gosana III Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Rabu (13/11/19).
Suiasa mengatakan permasalahan kepastian pasokan pangan harus disiapkan termasuk pendistribusiannya serta inflasi didaerah dapat ditekan semaksimal mungkin. Untuk penanganan ini konsep di Badung harus disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Bali. Dikatakan di Badung sudah melakukan langkah-langkah yang sangat strategis, namun demikian kebijakan apapun yang dilakukan secara pragmatis, sebaik apapun serta sebesar apapun anggaran tidak akan mempunyai dampak yang cukup besar dan luas, karena di dalam inflasi di Badung tidak ditentukan oleh Badung saja, tetapi ditentukan oleh pihak lain. Untuk itulah perlu dibangun sinergi yang menyangkut berbagai aspek, dari segi sektor, dari langkah dan upayanya, sinergi dari penanganannya dan sinergi dalam hal menentukan penilaian.
“Sektor-sektor dan bidang bidang apa yang bisa disinergikan dan cara penanganan apa yang bisa disinergikan, langkah dan evaluasi apa yang bisa disinergikan dan itu akan lebih efektif jika ada inovasi atau cara yang kita lakukan didalam membangun sinergi tersebut,” jelas Wabup Suiasa.
Sementara itu Kabag Perekonomian Setda Badung A.A Sagung Rosyawati melaporkan, dari identifikasi masalah terdapat sembilan komoditas pangan yang harganya sering berfluktuasi dan sebagai komoditas penyumbang inflasi yaitu beras, daging ayam ras, telur ayam ras, daging babi, daging sapi, bawang merah, cabai rawit, cabai besar dan ikan tongkol.
Sedangkan melalui perangkat daerah terkait telah dilakukan upaya-upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas seperti upaya meningkatkan produksi beras, cabai dan bawang merah, upaya peningkatan produksi telur ayam ras melalui pengembangan ayam petelur yang merupakan kerjasama antara Pemkab Badung dengan kelompok ternak Giri Landuh Sari di Desa Pelaga dan kelompok ternak Manuk Sari di Desa Getasan Petang.
