Warga Pesisir Tanah Ampo Protes Tengkulak dan Pengepul Ikan

Sebagai bentuk protes, warga memasang bambu di lokasi para tengkulak dan pengepul  menaikan ikan dari nelayan
banner 120x600

KARANGASEM, Bali Factual News– Ulah para tengkulak dan pengepul membuang limbah ikan sembarangan di jalan membuat warga pesisir Pantai Tanah Ampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Karangasem, marah. 

Mereka protes, aktivitas pembersihan dan menaikan ikan tongkol ke atas mobil  membuat lingkungannya menjadi kotor. Tak hanya itu limbah ikan yang dibuang sembarangan juga  menimbulkan bau busuk dan mengganggu kenyamanan warga. 

Kelian Banjar Dinas Tanah Ampo I Made Darmayasa, dikonfirmasi Kamis (25/1) membenarkan adanya protes dari warganya terhadap ulah para tengkulak dan pengepul ikan itu. “Warga melakukan aksi protes dengan memasang beton dan bambu di jalan karena sudah tidak kuat dengan bau busuk yang ditimbulkan dari aktivitas pembersihan dan menaikan ikan tongkol itu,” terangnya. 

Dia menyebutkan,   warga yang paling terdampak atas ulah tengkulak dan pengepul  ada tiga  KK, karena lokasi rumahnya berada tepat di depan lokasi aktivitas menaikan ikan tersebut. 

Darmayasa dan beberapa warga terdampak sudah serang protes  ulah tengkulak dan pengepul agar tidak membuat limbah ikan di jalan. Tapi protes yang dilakukan selalu diabaikan. Malah sebaliknya para tengkulak dan pengepul saling dalih dan tidak mau disalahkan.  

Darmayasa sendiri sudah sempat menyarankan agar  tengkulak dan pengepul melakukan aktivitas pembersihan limbah ikan agak ke barat dari lokasi yang ada sekarang,  Itu dilakukan agar limbah ikan langsung jatuh ke saluran irigasi sehingga tidak menimbulkan bau busuk.

Selain itu, pihaknya juga sempat meminta kepada pihak pengepul dan tengkulak agar menyiram dengan air yang berisi pewangi setelah selesai melakukan aktivitas pembersihan dan menaikan ikan tongkol ke mobil agar tidak menimbulkan bau busuk. Namun sampai saat ini tidak pernah dihiraukan.

Darmayasa  menegaskan, protes yang dilakukan beberapa warga tersebut tidak bermaksud untuk menghalangi rejeki dari para nelayan yang menjual ikan ke tengkulak. Tapi protes yang dilakukan, agar aktivitas yang dilakukan para tengkulak dan pengepul tidak mengganggu warga yang lain akibat dampak yang ditimbulkan.

“Saya berharap, protes warga ini  secepatnya bisa menemukan  jalan keluar. Sehingga lingkungan kami tidak lagi tercemar bau busuk limbah ikan,” tegasnya.  (tio/bfn)