17 Tahun Monarch Bali, Ratusan Brighters Disiapkan Tembus Industri Hospitality Global

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan dan pelatihan di bidang hospitality terus meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah peserta didik Monarch Bali Candidasa yang mencapai 444 Brighters pada 2026, meningkat 15,62 persen dibandingkan 2024.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Monarch Bali dalam perjalanan 17 tahun membangun sumber daya manusia yang kompeten, profesional, serta siap bersaing di industri perhotelan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Direktur Utama Monarch Bali Candidasa, I Wayan Gede Darmawan, S.E,M.PAR CBHA, mengatakan usia ke-17 Monarch Bali menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan hospitality.

“Perjalanan 17 tahun Monarch Bali bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga tentang komitmen, kerja keras, inovasi, dan kontribusi nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta siap bersaing di dunia industri hospitality, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Darmawan.

Menurutnya, perkembangan jumlah peserta didik menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Monarch Bali Candidasa.

Pada 2024, jumlah penerimaan peserta didik tercatat sebanyak 384 Brighters. Angka tersebut meningkat menjadi 422 Brighters pada 2025, kemudian kembali bertambah menjadi 444 Brighters pada 2026.

“Peningkatan ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, pembelajaran, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja,” tegasnya.

Saat ini, Monarch Bali Candidasa menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan Certificate III dengan masa pendidikan satu tahun. Program tersebut mencakup lima bidang studi, yakni Food and Beverage Service atau tata hidangan, Bar, Cookery atau tata boga, Housekeeping atau tata graha, serta Front Office.

Kelima program tersebut dirancang untuk membekali para Brighters dengan pengetahuan, keterampilan praktik, kedisiplinan, dan sikap profesional sesuai kebutuhan industri hospitality.

Untuk mendukung proses pembelajaran, Monarch Bali Candidasa juga terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Sejumlah fasilitas praktik yang tersedia di antaranya Lotus Villa sebagai laboratorium Housekeeping, Blue Ocean sebagai laboratorium Bar, Le Monarch Restaurant sebagai laboratorium Food and Beverage Service, Rosemary Kitchen sebagai laboratorium Cookery, Front Office Laboratory, Ballroom, serta Bright Career Centre.

Fasilitas tersebut menjadi sarana bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman praktik yang mendekati standar operasional industri perhotelan.

Torehkan Prestasi di Berbagai Kompetisi

Selain peningkatan jumlah peserta didik dan fasilitas pembelajaran, Monarch Bali Candidasa juga mencatat sejumlah prestasi melalui partisipasi Brighters dalam berbagai kompetisi eksternal.

Kompetisi yang diikuti meliputi Making Bed, Mixology, Barista, Front Office, Carrying Tray, Table Set Up Fine Dining, Sales and Marketing, hingga Karaoke.

Berbagai ajang tersebut di antaranya Makardy Festival, Bulan Bung Karno, serta kompetisi yang melibatkan industri perhotelan seperti Hard Rock Kuta, The ONE Legian, dan Hyatt Regency Bali.

Beberapa prestasi yang berhasil diraih, yakni Juara II Lomba Mixology Arak di Hard Rock Kuta dan Juara III Lomba Sales and Marketing pada Makardy Festival.

Darmawan menilai, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori dan praktik di kampus, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kompetensi dalam menghadapi persaingan.

“Prestasi yang diraih para Brighters menjadi kebanggaan bagi kami. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pembelajaran sekaligus berkompetisi dengan peserta dari luar lembaga,” kata Darmawan.

71,7 Persen Brighters Telah Mendapat Penempatan OJT

Komitmen Monarch Bali Candidasa dalam mempersiapkan lulusan tidak berhenti pada proses pendidikan. Melalui Placement Program, lembaga ini terus membuka kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja melalui program On the Job Training (OJT).

Berdasarkan data yang disampaikan manajemen, dari total 427 Brighters, sebanyak 306 orang atau 71,7 persen telah memperoleh penempatan pada hotel-hotel di Bali. Sementara itu, peserta lainnya masih menjalani proses interview.

Kesempatan pelatihan juga terbuka di luar negeri, antara lain di Maldives, Bulgaria, dan Malaysia.

Melalui Bright Career Centre, Monarch Bali Candidasa turut menjalin hubungan dan kerja sama dengan berbagai mitra industri serta lembaga penyaluran karier untuk sektor landbased hospitality maupun cruiseline.

Darmawan berharap, kerja sama tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak Brighters mendapatkan kesempatan berkarier di industri perhotelan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara.

“Kami ingin para Brighters tidak hanya memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja yang menjadi bekal penting untuk membangun karier di masa depan. Peluang internasional menjadi salah satu upaya kami dalam memperluas daya saing lulusan,” ungkapnya.

Perkuat Komitmen di Usia ke-17

Memasuki usia ke-17, Monarch Bali Candidasa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan lembaga pendidikan dan pelatihan tersebut.

Dukungan mitra industri, pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua peserta didik, trainer, staf, alumni, serta berbagai pihak lainnya dinilai memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan Monarch Bali.

Darmawan berharap, momentum perayaan ke-17 ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan inovasi, serta memperluas kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri hospitality global.

“Harapan kami, Monarch Bali Candidasa terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan yang unggul, inovatif, dan berkarakter. Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesiapan dan daya saing untuk menghadapi tantangan industri global,” pungkasnya. (ger/bfn)

Exit mobile version