KARANGASEM, Balifactualnews.com – Empat hari menunggu tanpa kepastian mulai menguras keluarga I Kadek Agus Mahendra, 21. Di satu sisi, mereka masih menggantungkan harapan pada tim SAR yang tak henti menyisir laut. Di sisi lain, keluarga mulai menempuh jalan niskala, berharap ada petunjuk yang membawa Kadek Agus kembali.
Pemuda asal Kabupaten Klungkung itu hilang setelah terpeleset dan jatuh ke laut saat memancing di kawasan Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, Minggu (25/10).
Rabu (28/10), pencarian memasuki hari keempat. Laut kembali disisir, sementara pencarian dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter. Namun hingga area pencarian diperluas, hasilnya masih sama.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan tim gabungan terus berupaya mencari korban. Penyisiran diperluas dari perairan Padangbai hingga Nusa Penida dengan melibatkan RIB Nusa Penida.
“Hasil pencarian masih nihil,” ujar Bhayangkara.
Bagi keluarga, empat hari tanpa kabar bukan waktu yang singkat. Penantian membuat mereka berada dalam ketidakpastian—antara terus berharap Kadek Agus segera ditemukan dan menghadapi kenyataan bahwa pencarian belum memberikan hasil.
Di tengah situasi itu, keluarga kemudian menggelar upacara pakelem di lokasi kejadian. Langkah tersebut menjadi ikhtiar dari sisi niskala setelah berbagai upaya pencarian dilakukan secara sekala. Wayan Sudiana, keluarga korban, membenarkan upacara tersebut telah dilaksanakan.
“Ya, benar kami gelar upacara pakelem. Upacara baru saja selesai,” ujarnya.
Keluarga berharap upacara tersebut menjadi jalan agar keberadaan Kadek Agus segera diketahui. Mereka bahkan tidak lagi mempersoalkan bagaimana kondisinya ketika ditemukan.
“Kami harap, setelah upacara ini korban bisa ditemukan dalam kondisi apa pun,” harap Sudiana.
Sementara itu, pencarian oleh tim SAR terus berlangsung. Selain menyisir permukaan laut, pencarian juga dilakukan melalui udara menggunakan helikopter. Wilayah operasi diperluas untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 Wita, Minggu (25/10). Saat itu Kadek Agus bersama dua rekannya memancing di atas karang. Tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke laut. Tubuhnya kemudian terseret arus hingga tenggelam.
Dua rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera mencari pertolongan warga. Laporan kemudian diteruskan kepada tim SAR gabungan.Sejak itu, pencarian terus bergerak dari satu titik ke titik lain.
Empat hari telah berlalu. Namun laut belum memberikan jawaban. Keluarga pun kini menunggu di antara dua ikhtiar. Berharap pada pencarian manusia dan memanjatkan doa melalui jalan niskala. (tio/bfn)
