KARANGASEM, Balifctualnews.com–Satuan Lalu Lintas Polres Karangasem sudah mengeluarkan himbauan agar kendaraan truk yang mengangkut material galian C untuk tidak melintas di jalur pemedek selama berlangsungnya karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih.
Himbauan tersebut tidak hanya dilakukan melalui media sosial, pihak kepolisian juga memasang beberapa pamflet berupa larangan untuk kendaraan truk melintas ke jalur Rendang. Kendati sudah ada himbauan seperti itu, namun supir truk galian C tetap membandel. Akibatnya, arus lalu lintas dari Selat menuju Rendang (ruas jalan Barat Kantor Polsek Selat menuju Rendang) sempat macet saat puncak karya IBTK di Pura Besakih.
Arus lalu lintas yang krodit, membuat petugas kerepotan mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak sampai mengular. Pantauan di lapangan, Kapolsek Selat, AKP I Ketut Sukadana, juga terlihat sibuk mengurai arus lalin yang tersendat akibat ulah sopir truk galian C.
“Sudah dari jam 12.00 Wita kondisinya seperti ini. Kami sudah arahkan dengan baik-baik agar sopir truk mengangkut material galian C untuk melintas melalui jalur Sidemen. Tapi mereka tetap membandel, akibatnya arus lalin dari Selat menuju Rendang macet. Kendaraan truk yang akan melintas ke Rendang kami putar balik untuk melintas melalui jalur Sidemen. Sekarang (pukul 16.25) arus lalin sudah mulai lancar,” kata AKP Ketut Sukadana.
Seperti diketahui, selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih terhitung mulai Minggu (24/3/2024) hingga Rabu (17/4/2024). Truk galian C dilarang melintas di jalur yang dilalui oleh pemedek (umat yang akan melakukan persembahyangan ke Pura Besakih).
Jalur yang tidak boleh dilalui truk galian C, yakni jalur dari Desa Muncan menuju Desa Rendang menuju Bukit Jambul lalu ke Kabupaten Klungkung. Selain itu jalur dari jalur Desa Pempatan menuju Desa Menanga menuju Bukit Jambul lalu ke Kabupaten Klungkung dan Jalur Selat menuju Rendang.
Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Komang Sapta Pramana, mengatakan, truk galian C terpaksa dialihkan untuk sementara dari jalur pemedek untuk mengurangi kemacetan. Mengingat selama ini di jalur yang biasa dilalui pemedek tersebut cukup banyak dilalui truk galian C.
“Selama Karya IBTK, truk galian C yang sebelumnya lewat di jalur pemedek untuk sementara dialihkan ke jalur Sidemen. Larangan ini sudah kami sosialisasikan ke seluruh pengusaha galian C untuk menginformasikan kepada sopir truk yang biasa mengambil pasir di wilayah tersebut,” jelas Komang Sapta. (ger/bfn)













