KARANGASEM, Balifactualnews.com – Karangasem Festival 2026 dipastikan kembali hadir sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Amlapura ke-386. Namun kali ini, festival tahunan kebanggaan masyarakat Karangasem tersebut tampil dengan wajah yang berbeda.
Tidak hanya menghadirkan kemeriahan seni dan budaya, Karangasem Festival 2026 membawa sebuah pesan besar yang dirangkum dalam tema “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa.” Tema ini menjadi benang merah seluruh konsep festival, mulai dari desain panggung, jingle, hingga parade budaya yang akan melibatkan ribuan peserta.
Koordinator Tim Kreatif Karangasem Festival, I Gusti Gede Subagiartha atau yang akrab disapa Gus Ode, menjelaskan bahwa tema tersebut telah dirancang sejak tahun 2025. Menurutnya, tema itu lahir dari realitas bahwa membangun Karangasem bukanlah pekerjaan yang mudah, namun harus dijalani dengan optimisme dan semangat kebersamaan.
“Festival ini bukan sekadar perayaan tahunan. Kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, eksekutif, legislatif, dan semua elemen bahwa membangun Karangasem memang tidak mudah, tetapi harus bisa diwujudkan jika dilakukan bersama-sama,” ujar pencipta Jingle Karangasem Festival itu, Selasa(2/6/2026)
Senada dengan itu, I Gusti Ngurah Setiawan atau Gus Sombie menilai tema tersebut juga merefleksikan perjalanan satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Gus Par–Pandu. Menurutnya, sejumlah persoalan yang selama ini dianggap sulit mulai menemukan jalan keluar berkat kerja bersama.
“Contohnya persoalan air di Kubu yang bertahun-tahun menjadi tantangan. Hal-hal yang sebelumnya dianggap sulit mulai bisa diwujudkan. Kuncinya tetap sama, yaitu kolaborasi dan kebersamaan,” katanya.
Tak hanya mengusung tema baru, Karangasem Festival 2026 juga memperkenalkan jingle resmi berjudul “Mentari Timur Menari.” Lagu tersebut dirancang sebagai simbol optimisme masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Melalui liriknya, jingle ini mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kemajuan daerah dapat dicapai melalui kerja bersama.
“Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana, yaitu kebersamaan, optimisme, dan gotong royong. Nilai-nilai itu yang menjadi ruh dari festival tahun ini,” ungkap Gus Ode.
Sementara itu, konsep visual panggung festival mengangkat tokoh Nakula dan Sadewa dari wiracarita Mahabharata. Dua kesatria kembar tersebut dipilih karena dinilai mampu merepresentasikan kepemimpinan yang saling melengkapi dalam membangun Karangasem.
Menurut Gus Sombie, pemilihan konsep tersebut melalui proses diskusi yang cukup panjang sejak awal tahun. Berbagai tokoh sempat dipertimbangkan sebelum akhirnya tim kreatif sepakat menjadikan Nakula-Sadewa sebagai simbol utama festival.
“Kami mencari figur yang bisa menggambarkan harmoni dalam kepemimpinan. Akhirnya pilihan jatuh pada Nakula dan Sadewa karena karakter keduanya saling melengkapi,” jelasnya.
Kemegahan Karangasem Festival 2026 juga akan terlihat dari parade budaya yang melibatkan sekitar 1.200 seniman lokal. Berbagai kelompok seni tradisional Karangasem, band lokal dan nasional, pelaku UMKM, komunitas motor, Amlapura Running Club, Jegeg Bagus Karangasem, hingga lomba tapel ogoh-ogoh tingkat SD, SMP, dan umum akan turut memeriahkan acara.
Tim kreatif berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas UMKM lokal.
“Kami ingin Karangasem Festival menjadi agenda yang selalu ditunggu masyarakat setiap tahun sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata,” kata Gus Ode.
Lebih jauh, pihaknya berharap Karangasem Festival dapat berkembang menjadi agenda pariwisata berskala nasional dan masuk dalam kalender event Kementerian Pariwisata.
Bagi tim kreatif, seluruh proses persiapan festival ini memiliki satu makna yang sederhana namun mendalam, yakni sebuah pesan cinta untuk Karangasem.
“Kalimat yang kami pakai untuk festival ini adalah ‘Sebuah Pesan Cinta’. Semua yang kami kerjakan lahir dari kecintaan kepada Karangasem,” tutupnya. (tio/bfn)













