BNNK Karangasem Titip Pesan: Jangan Biarkan Narkoba Merenggut Generasi Masa Depan

Pameran Pembangunan Karangasem HUT RI ke 81

bnnk-karangasem-titip-pesan-jangan-biarkan-narkoba-merenggut-generasi-masa-depan
Kehadiran BNNK Karangasem dalam Pameran Pembangunan saat demonstrasi Unit Deteksi K9 BNNP Bali

KARANGASEM, Balifactualnews.comSemangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan perayaan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem turut mengambil bagian dengan membawa pesan penting tentang perlindungan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kehadiran BNNK Karangasem dalam Pameran Pembangunan menjadi momentum untuk mendekatkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada masyarakat. Melalui stan informasi yang dibuka selama pameran, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi sekaligus mengenal layanan yang tersedia di BNNK Karangasem.

Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, S.H., mengatakan keikutsertaan dalam pameran merupakan salah satu cara untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan narkotika tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah atau aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui bahaya narkotika, tetapi juga memahami bahwa mereka memiliki tempat untuk mendapatkan informasi, pemeriksaan maupun layanan rehabilitasi. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama dan dilakukan sedini mungkin,” ujar Alvin.

Melalui stan tersebut, BNNK Karangasem memperkenalkan sejumlah layanan, mulai dari Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), sosialisasi P4GN, hingga layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berbagai media edukasi juga disiapkan untuk menarik perhatian pengunjung. Masyarakat dapat melihat contoh narkotika dan zat berbahaya atau natoksin, sekaligus memperoleh informasi mengenai P4GN melalui videotron portabel.

Alvin menegaskan, edukasi menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan. Semakin banyak masyarakat memahami risiko penyalahgunaan narkotika, semakin besar pula peluang untuk membangun lingkungan yang mampu melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini.

“Kita ingin membangun pemahaman bahwa persoalan narkotika bukan hanya persoalan aparat penegak hukum. Ini merupakan persoalan bersama. Keluarga, sekolah, desa dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga lingkungan masing-masing,” tegasnya.

B’Suk Desa Dekatkan P4GN hingga ke Tingkat Desa

Dalam pameran tersebut, BNNK Karangasem juga memperkenalkan inovasi B’Suk Desa sebagai salah satu upaya mendekatkan program dan layanan P4GN hingga ke tingkat desa.

Menurut Alvin, desa memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak cukup hanya melalui sosialisasi di pusat pemerintahan, tetapi harus menyentuh masyarakat secara langsung di lingkungan tempat mereka tinggal.

“Melalui B’Suk Desa, kami ingin memastikan bahwa program P4GN tidak berhenti di tingkat kabupaten. Edukasi dan layanan harus bisa dirasakan sampai ke masyarakat di desa. Dengan begitu, keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih narkoba bisa semakin kuat,” katanya.

Demo K9 Jadi Magnet Perhatian

Selain stan edukasi, demonstrasi Unit Deteksi K9 BNNP Bali turut menjadi daya tarik tersendiri pada pembukaan Pameran Pembangunan. Dua anjing pelacak bernama Baru dan Willem menunjukkan kemampuan dalam mendeteksi keberadaan narkotika di hadapan masyarakat.

Keduanya merupakan anjing pelacak terlatih yang memiliki kemampuan mendeteksi sejumlah jenis narkotika, termasuk ganja dan sabu. Kemampuan penciuman yang sangat tajam menjadikan K9 sebagai salah satu instrumen pendukung petugas dalam pemeriksaan maupun pengungkapan keberadaan narkotika.

Aksi Baru dan Willem mendapat perhatian dari para pengunjung. Demonstrasi tersebut tidak hanya menjadi tontonan edukatif, tetapi juga memberikan gambaran secara langsung mengenai pemanfaatan satwa terlatih dalam mendukung tugas pemberantasan narkotika.

Alvin mengatakan, kehadiran K9 sekaligus menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan berbagai metode dan sumber daya.

“Demonstrasi K9 ini memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa dalam pemberantasan narkotika kita menggunakan berbagai instrumen. Ada sumber daya manusia, teknologi, metode pemeriksaan dan juga satwa terlatih. Semua memiliki peran dalam memperkuat upaya kita,” jelas Alvin.

Keberadaan K9 juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika di Bali, termasuk pada berbagai akses masuk wilayah. Dengan dukungan anjing pelacak, petugas memiliki instrumen tambahan untuk membantu menemukan barang yang dicurigai mengandung narkotika.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Generasi Sehat

Bagi BNNK Karangasem, Pameran Pembangunan bukan sekadar ruang untuk memperkenalkan program. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga generasi dari narkotika merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.

Alvin berharap masyarakat semakin terbuka untuk mencari informasi dan memanfaatkan layanan BNNK Karangasem, baik dalam hal pencegahan, pemeriksaan narkotika maupun rehabilitasi.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan membangun generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk meraih cita-cita karena narkotika. Karena itu, mari kita jaga bersama mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, desa dan masyarakat,” pungkasnya.

BNNK Karangasem mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat P4GN secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, desa, keluarga, dunia pendidikan dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang semakin tangguh menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (ger/bfn)