Nasdem Akan Hadirkan 25 Ribu Masa Besok

________________________________________________________________________________

KARANGASEM—Partai Nasdem benar benar ingin membuat Karangasem ungu. Kota lahar besok akan kedatangan 25 ribu masa Nasdem dari berbagai kecamatan di Karangasem. ini merupakan gebrakan akbar  Nasdem di Karangasem. apalagi mereka adalah partai penguasa di Karangasem. Nasdem benar benar ingin menang dalam Pileg di Karangasem.

Dan ingin menjadikan kalau Karangasem sebagai pionir Nasdem di Bali. selaian mendatangkan masa besar, Nasdem juga akan kedatangan Surya Paloh sang ketua umum yang akan langsung sebagai Jurkam.

Awalnya sempat ada kabar kalau Presiden Jokowi akan datang namun nampaknya tidak jadi. Sementara itu salah satu dedengkot Nasdem Karangasem yang juga Mantan Ketua DPD Nasdem Karangasem Kadek Sujanayasa mengatakan kalau ini merupakan kampanye akbar Nasdem. “Ya estimasi sekitar 25 ribu masa dan pendukung Nasdem Karangasem akan datang,” ujar peria asal Sidemen ini.

Kampanye akan dilakukan di  stadion Amlapura, jalur sebelas. Hanya saja di sela sela kegiatan ini pemasangan bendera Nasdem Karangasem di beberapa jalan pertokol di persoalkan warga. Diantaranya adalah Ketut Suartawan. Dari informasi yang didapat kalau pemasangan bendera Nasdem tersebut tanpa kordinasi dengan Bawaslu.

Ketua Bawaslu Karangasem Putu Suastrawan menolak mengementari persoalan tersebut dan menyerahkan kepada Divisi Hukum Kadek Puspa Jingga.

Lalu apa kata Jingga? Mantan wartawan media lokal ini mengakui kalau pemasangan awal awalnya tidak ada kordinasi.

Jingga sendiri mengakui sempat dilakukan penertiban APK termasuk bendera.

Sementara untuk bendera Nasdem menurut Jingga tidak ada masalah.  Parpol boleh memasang bendera ketika aka nada rapat akbar atau kempanye umum. Karena itu Bawaslu tidak akan melakukan tindakan apa apa kepada Nasdem.

Dirinya bahkan memaklumi karena Nasdem aka nada hajatan besar. yang paling penting usai kegiatan semua bendera harus bersih. Dan itu menurut Jingga sudah di sepekati Nasdem.

Rapat umum Nasdem sendiri akan dilakukan mulai pukul 13.00 wita.

Ditanya terkait keterlibatan ASN dan PNS dalam kempanya keli ini Jingga mengaku akan mempelototinya. Jingga mengatakan ASN dan PNS bolah datang saat kempanye namun dia hanya boleh jadi peserta pasif. Jadi tidak boleh jadi peserta aktif. Seperti meneriakan yel yel dan juga mengeluarkan kode atau acungan tangan.

Kalau ini terjadi maka akan dip roses secara hokum. Bawaslu akan datang untuk melakukan pengawasan dalam kempanye tersebut diundang atau tidak.

Jingga mengakui kalau sudah sering mengeluarkan himbauan kepada ASN dan PNS agar jangan kempanye aktif. Selaian itu ASN juga tidak boleh memobilisasi masa. Kalau ini ketahuan juga akan dip roses secara hokum. “Kami tidak main main di Karangasem ada satu Perbekel dan satu PNS yang sudah dip roses dan dikenakan sangsi,” ujarnya.

Jingga yang asal Kubu ini meminta warga masyarakat ikut melakukan pengawasan. Diantaranya dengan ikut memantau ASN dan PNS serta Pejabat di Karangasem. kalau ada yang melakukan kempanye aktif agar difoto dan dilaporkan ke Bawaslu. “Mari bersama sama kita awasi pemilu kali ini agar mengasilkan peminpin  yang baik,” ujarnya.

Jingga juga mengaku akan menindak tegas jika ada ASN, PNS dan yang dilarang sampai melanggar aturan.

Sementara itu terkait soal bendera, Kepala Badan Kesbanglinmaspol Karangasem Ketut Subandi Kanginan. Sebagai Pembina politik di Karangasem tugasnya memang terbatas. Soal zonasi atau tempat pemasangan APK sudah menjadi kewenangan KPU. Dulu kewenangan ini memang bisa dengan SK Bupati. namun dengan aturan yang baru  itu tidak bisa. Terkait tidak ada koordinasi dengan Bawaslu dirinya selaku Kesbanglinmas tidak bisa berbuat banyak. kewenangan penindakan ada di Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara.

“Kami tidak punya kewenangan menentukan zona pemasangan APK di Karangasem,” ujarnya. (ani)