DENPASAR, Balifactualnews.com – Sudah saatnya dirasakan Pengprov Kodrat Bali menggelar seleksi para petarung yang akan nantinya akan mengisi slot penghuni tim tarung derajat pra-PON Bali. Seleksi itu sendiri akan dilangsungkan pada Minggu 5 Maret 2023. Seleksi itu merupakan seleksi terakhir bagi para petarung Bali yang dipanggil jauh sebelumnya.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, seleksi itu akan dilihatnya sejauh mana perkembangan atau progress petarung Bali selama ditempa kurang lebih satu bulan di GOR Lila Bhuana, Denpasar. Tujuannya mencari petarung terbaik dari sisi mental, teknik, serta fisik.
“Seleksinya nanti caranya tak lain mereka akan berhadapan satu lawan satu di atas matras. Siapa yang menjadi pemenang maka petarung itu yang akan menjadi bagian tim pra-PON. Dasarnya karena mereka sudah ditempa selama satu bulan lebih oleh seluruh pelatih Bali,” ujar Tri Candra Arka di Denpasar, Rabu (1/3/2023).
Pria yang akrab disapa Gung Cok itu mengakui, sebelumnya Kodrat Bali kembali menggelar sistem perekrutan tim Pra-PON karena tim yang digadang-gadang sebelumnya gagal total saat Kejurnas Tarung Derajat pada tahun 2022 lalu. Oleh sebab itu, setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya digelar kembali seleksi dan seluruh petarung yang meliputi jawara Porprov Bali 2022 dan kejurnas dipanggil kembali untuk melakoni latihan intensif. “Mulainya awal Februari lalu sampai awal Maret ini. Nanti kita lihat siapa yang menjadi yang terbaik,” imbuh Gung Cok.
Dirinya berharap, apa yang diberikan dewan pelatih Bali selama satu bulan lebih itu diserap dengan baik oleh seluruh petarung dan benar-benar dimaksimalkan saat seleksi terakhir nanti. Mwngingat Kodrat Bali memiliki PR yang cukup berat yakni meloloskan petarung sebanyak-banyaknya ke PON dan menjaga tradisi emas. “Termasuk juga bagaimana caranya minimal mempertahankan 4 emas yang kami raih saat PON 2020 lalu dan tentu saja meningkatkannya di PON 2024 nanti,” tutupnya. (ena/bfn)













