Atlet Porprov Pengguna Doping Diancam Sanksi Tegas

atlet-porprov-pengguna-doping-diancam-sanksi-tegas
Ketum KONI Bali Oka Darmawan Ketika memberikan sambutan. Foto : bfn/ena

DENPASAR, Balifactualnews.com – KONI Bali memperingatkan jika para atlet kabupaten/kota di seluruh Bali saat berlaga di Porprov Bali XV/2022 jangan sampai main-main dengan menggunakan doping. Pasalnya KONI Bali akan mengawasi ketat semua itu dan akan selalu siap memberikan sanksi tegas. Hal itu dilakukan karena olahraga menjunjung tinggi sportivitas dan prestasi tanpa cara curang seperti menggunakan doping.

Semua itu disampaikan Ketua Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan usai membuka sosialisasi dan edukasi terkait dengan doping yang dihelat Indonesia Anti Doping Organization (IADO) di Nusa Dua, Selasa (18/10/2022).

Baca Juga : Rangkaian HUT Ke-72, IDI Bali Geber Turnamen Biliar Internal

Pihaknya tak akan pandang bulu jika nantinya ada atlet Bali ketahuan menggunakan doping baik dalam multi even maupun single even. Konsekuensinya adalah prestasi akan dicabut dan bukan atlet saja terkena imbas, melainkan pelatih maupun organisasi olahraganya.

“Nanti di Porprov Bali ada pihak yang akan mengawasi soal doping itu. Kalau ada atlet sampai ketahuan menggunakan doping dan juara maka predikat juara maupun medali yang diraihnya bakal dicabut dan dibatalkan prestasinya. Saya minta atlet kabupaten/kota di Bali Bali semuanya jangan sampai melakukan tindakan ilegal itu. Soal sanksi di luar olahraga nanti IADO yang mengatur,” tutur Oka Darmawan yang juga mantan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali itu dengan tegas.

Pastinya pengawasan terkait doping di Porprov Bali XV menurut Oka Darmawan akan diperketat. Utamanya bagi cabang olahraga potensial yang atletnya bisa saja menggunakan doping dan akan diteliti. “Jangan sampai berambisi untuk juara melegalkan segala cara salah satunya doping itu,” terang Oka Darmawan.

Sementara itu diakui mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu, dalam sosialisasi itu IADO menegaskan bagaimana seorang atlet berprestasi tanpa doping. Karena perbuatan menggunakan doping itu ilegal dan bisa dikenakan sanksi tegas. “Dari 15 provinsi yang mendapat sosialisasi dan edukasi ini, Bali salah satunya. Kami harap seluruh patriot olahraga Bali memahami hal ini karena menggunakan doping untuk tujuan prestasi dan meningkatkan peforma adalah bentuk pelanggaran dalam dunia olahraga,” demikian Oka Darmawan. (ena/bfn)