Badai Siklon Tropis Mengamuk di Karangasem, Munculkan Kerugian Setengah Miliar Rupiah

badai-siklon-tropis-mengamuk-di-karangasem-munculkan-kerugian-setengah-miliar-rupiah
Bangunan Bale Pedanan Pura Silayukti ambruk akibat angin kencang, Sabtu (22/3/2025) lalu.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Badai siklon tropis yang mengamuk menerjang sebagian wilayah di Bali termasuk Kabupaten Karangasem, memunculkan kerugian materiil cukup besar. Di Karangasem Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) setempat, mencatat kerugian yang dimunculkan dari bencana tersebut mencapai setengah miliar rupiah lebih atau Rp670 juta.

Kerugian sebesar itu tercatat dari dampak bencana yang terjadi sejak Sabtu (22/3) hingga Senin (24/3). Selain karena banyaknya bangunan rumah milik warga dan fasilitas yang mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan, bencana yang terjadi di Kabupaten Karangasem lebih didominasi oleh pohon tumbang dan bangunan pura roboh. Jumlahnya mencapai 30 kejadian yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada.

“Sebagian besar bencana adalah pohon tumbang, ada yang menimpa rumah warga, akses jalan hingga fasilitas umum lainnya,” ungkap Arimbawa.

Banyaknya pohon besar yang tumbang melintangi jalan, membuat pihaknya kesulitan melakukan evakuasi sehingga menyebabkan kemacetan di jalur-jalur utama masyarakat. Tapi, berkat kerjasama dari semua pihak secara gotong royong, akses jalan diupayakan bisa ditangani dalam sehari minimal bisa dilalui oleh kendaraan.

“Sekarang semua kejadian sudah berhasil kami tangani mengingat beberapa pohon tumbang ada yang ditangani secara mandiri oleh masyarakat,” jelas Arimbawa.

Badai siklon tropis 91s dan 92s yang menerjang Karangasem, micu hujan lebat dan angin kencang. Kejadian selama tiga hari itu diakui Arimbawa tidak sampai ada menyebabkan korban jiwa. “Memang ada beberapa masyarakat dan seorang wisatawan yang mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena tertimpa pohon tumbang.

Badai siklon tropis yang masih berlangsung hingga 27 Maret mendatang (sesuai laporan BMKG, red), Arimbawa, mengimbau agar masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Dia juga berharap, agar kepada pihak-pihak terkait lainnya bisa melakukan pemangkasan pohon secara berkala yang ada di pinggir jalan.

“Kami juga berharap pohon milik warga yang tumbuh di dekat rumah agar bisa melakukan penebangan secara mandiri. Ini sangat penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi, mengingat hingga saat ini hujan disertai angin kencang masih melanda Karangasem,”tandasnya. (tio/bfn)