Badan Kehormatan DPD RI Pecat Senator Asal Bali Arya Wedakarna

badan-kehormatan-dpd-ri-pecat-awk
Tangkapan layar saat Wakil Ketua BK DPD RI Made Mangku Pastika membacakan putusan pemecatan AWK di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
banner 120x600

JAKARTA, Balifactualnews.com – Melalui Badan Kehormatan (BK) DPD RI telah memutuskan pemberhentian anggota DPD RI asal Bali Shri IGN Arya Wedakarna MWS. Pemberhentian tersebut dibacakan oleh Wkil Ketua BK DPD RI, Made Mangku Pastika berdasarkan pengaduan masyarakat atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik.

Dalam putusan yang dibacakan mantan Gubernur Bali 2 periode itu, telah memutuskan dan menetapkan bahwa teradu Shri IGN Arya Wedakarna MWS Anggota DPD RI dari Provinsi Bali terbukti melanggar sumpah atau janji jabatan dan kode etik, serta Tata Tertib DPD RI sebagaimana diatur dalam UU MD3, dengan sanksi berat pemberhentian tetap sebagai Anggota DPD RI. Putusan ini selanjutnya dituangkan dalam Keputusan BK DPD RI,” ucap Wakil Ketua BK DPD RI Made Mangku Pastika di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

Baca Juga : Resahkan Warga, Penyebar Hoax Terkait Ngadegang Bendesa Adat Muncan Wajib Diproses Hukum

Made Mangku Pastika menjelaskan pemberhentian Shri IGN Arya Wedakarna MWS berdasarkan pengaduan masyarakat atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik, atas pernyataan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap suatu golongan rakyat Indonesia yaitu terhadap suku selain Bali, dan agama selain Hindu. Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan materi pengaduan, serta mempertimbangkan aspek keadilan, kepastian dan kemanfaatan sebagaimana Pasal 2 huruf a, huruf b dan huruf c Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2021 tentang Tata Beracara Badan Kehormatan DPD RI. “Rapat Badan Kehormatan DPD RI memutuskan menindaklanjuti penanganan dugaan pelanggaran dimaksud serta berdasarkan Pasal 48 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2021,” paparnya.

Kembali dijlaskannya, bahwa BK DPD RI menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik yang juga dilakukan oleh Shri IGN Arya Wedakarna MWS. Hal tersebut atas pernyataan terhadap peristiwa pembakaran Villa Detiga Neano Resort, setelah melakukan pemeriksaan materi pengaduan, serta mempertimbangkan aspek keadilan, kepastian dan kemanfaatan sebagaimana Pasal 2 huruf a, huruf b dan huruf c Peraturan DPD RI No. 1 tahun 2021 tentang Tata Beracara Badan Kehormatan. “Rapat Badan Kehormatan DPD RI memutuskan menindaklanjuti penanganan dugaan pelanggaran dimaksud,” imbuhnya.

Baca Juga : Persiapkan Pembangunan Hingga Tahun 2025, Bappeda Badung Gelar Musrembang

BK DPD RI juga menindaklanjuti pengaduan Anggota DPD RI asal Provinsi DKI Jakarta Jimly Asshiddiqie. Setelah melakukan pemeriksaan materi pengaduan, serta mempertimbangkan aspek keadilan, kepastian dan kemanfaatan sebagaimana Pasal 2 huruf a, huruf b, dan huruf c Peraturan DPD RI No. 1 tahun 2021 tentang Tata Beracara Badan Kehormatan. “Badan Kehormatan memutuskan tidak menindaklanjuti penanganan dugaan pelanggaran dimaksud,” terang Made Mangku Pastika.

Sebagaimana diketahui sederet kontroversi membelit Arya Wedakarna (AWK) yang menyeretnya pada ujung pemecatan sebagai Anggota DPD RI. Salah satunya adalah pernyataannya yang diprotes dan dikecam MUI Bali karena dinilai telah melukai hati umat Islam, yakni terkait staf penyambut tamu atau frontliner di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali yang menggunakan penutup kepala. (ims/bfn)