Banyak Truk Material Galian C “Ngeblong”, BPKAD Lakukan Patroli Malam di Pos Rendang

banner 120x600
Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika saat melakukan operasi malam sopir yruk galian C ngeblong di Pos Portal, Kecamatan Rendang, beberapa waktu lalu.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem, bekerja ekstra melakukan pengawasan di sektor tambang mineral  bukan logam dan bebatuan (MBLB).

Itu dilakukan menyusul DPRD Karangasem mendesak, bahwa tahun  ini (tahun 2022),  pendapatan dari sektor MBLB naik Rp 75   miliar dari tahun 2021 sebesar Rp 51,7 miliar.

Upaya pencapaian pendapatan itu, BPKAD Karangasem terus membuat trobosan. Salah satunya menaikan nilai pasar terhadap produk tambang MBLB sesuai zona yang ada. Menariknya, kenaikan harga  tambang MBLB   yang diperkuat kuat dengan payung hukum SK Bupati  Karangasem nomor 453/2021 itu, mendapat apresiasi positif  dari para pengusaha tambang yang ada di tiga kawasan, yakni kawasan Kecamatan Selat Bebandem dan wilayah Kecamatan Kubu.

Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika, dikonfirmasi, Senin (31/1/2022), mengatakan,  sebulan berjalan,  kenaikan tarif nilai pasar MBLB  progresnya cukup bagus. “Sekarang sudah tidak ada lagi perang pasar. Semua pengusaha sudah  membuat kesepakatan untuk mengawal harga pasar sesuai  nilai yang dikeluarkan pemerintah daerah,” terang Ardika.

Berhasil menaikan harga pasar MBLB yang nyaris tanpa ada riak dari pengusaha tambang, kini BPAD Karangasem focus pada pengawasan  di Pos Portal. Itu dilakukan guna menekan angka kebocoran  retribusi  truk material galian C yang mencari pasir ke Karangasem.

“Investigasi yang  kami lakukan, kebocoran yang terjadi bukan lagi karena petugas lalai, tapi banyak sopir galian C yang ngeblong. Mereka sengaja berjalan beriringan dan tidak mau berhenti untuk membayar faktur di Pos Portal,” ungkap Ardika.

Pantauan yang dilakukan dalam beberapa hari kebelakang, kata Ardika, truk yang ngeblong  rata-rata 30 truk per hari.  Mereka semua sopir truk yang mencari material galian di wilayah Lebih, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. Aksinya sering dilakukan di depan Pos Portal Rendang.   Biasanya, sopir truk galian “brandal” itu memanfaatkan jam malam (pukul 22.00 Wita  hingga pukul 03.00 Wita)  untuk mengirim material galian C keluar Karangasem.

Menyikapi kondisi itu, BPKAD sudah  menjalin koordinasi dengan Polres Karangasem, khususnya Polsek Rendang untuk membantu dalam pengawasan  tersebut.

“Setiap operasi jam malam di Pos Rendang, kami selalu  meminta bantuan aparat kepolisian untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Astungkara selama operasi malam yang kami lakukan selalu berjalan lancar. Dan, sopir truk yang biasa ngeblong berjanji tidak mengulangi lagi,” terangnya.

Dijelaskan selama Januari, rata-rata truk yang mencari material pasir sebanyak 1.200 truk per hari. Dari faktur yang diserahkan semuanya membeli  dengan harga baru sesuai  harga yang sudah ditetapkan.

“Sopir truk yang menggunakan faktur lama, kami putar balik untuk mencari faktur sesuai harga  material yang dikeluarkan pemerintah daerah saat ini.  Penertiban ini  kami lakukan untuk menghindari terjadinya perang pasar yang sudah menjadi kesepakatan para pengusaha tambang,”pungkas Ardika. (tio/bfn)