KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kemarau panjang membuat warga yang mengalami kesulitan air di Kabupaten Karangasem terus bertambah. Setelah Kecamatan Kubu, warga yang mengalami kesulitan air kini merambah di Kecamatan Abang, yakni di Banjar Bau Kangin, Desa Nawakerti.
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Rabu (23/10), mengatakan, kekeringan menjalar hingga ke Desa Nawakerti akibat kemarau panjang.
“Kami sudah mendistribusikan air bersih sekitar 5 ribu liter ke Desa Nawakerti. Air ditempatkan di penampungan umum, dan bisa dimanfaatkan warga yang membutuhkan untuk kesehariannya,” ucap Arimbawa.
Pendistribusian air bersih, kata Arimbawa, sesuai permohonan surat dari Perbekel Desa Nawakerti. Pendistribusian air bersih sekitar 5 ribu liter. Dimanfaatkan oleh 35 KK atau 140 jiwa.
Sebelumnya BPBD Karangasem bersama instansinya lain sudah mendistribusikan air di beberapa lokasi di Kecamatan Kubu. Seperti di Desa Ban, Tianyar, Tianyar Barat, serta lainnya. Masyarakat dan perangkat desa sangat antusias.
“Bantuan air bersih dalam dua bulan terakhir jumlahnya ratusan ribu liter, kami bersinergi dengan Dinas Sosial, dan PMI Karangasem. Pendistribusian air tersebut tersebar di Kecamatan Kubu, Kecamatan Abang, dan Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem,”ungkapnya.
Sekadar diketahui, daerah yang dinyatakan mengalami krisis air tersebar di berapa titik. Seperti di Seraya Timur, ada 5 Banjar kesulitan air bersih. Kelima banjar itu, yakni Banjar Gili Selang, Tukad Buah, Tanah Barak, Tinjalas, Bukit Catu. Ditambah Seraya Tengah.
Sedangkan di Kecamatan Kubu ada Desa Ban, yakni di Banjar Belong, Cucut, Bonyoh. Untuk Kecamatan Abang ad Br. Tindih dan Kedampal, Desa Datah. Beberapa daerah lain ada yang sulit dapat air. (tio/bfn)
