KARANGASEM, Balifactualnews.com – Perjalanan menjadi insan profesional di industri pariwisata dimulai sejak hari pertama menginjakkan kaki di kampus. Itulah semangat yang diusung LPK Monarch Bali Candidasa melalui program Five Days Self Identity, sebuah rangkaian pembentukan karakter yang menjadi gerbang awal bagi ratusan mahasiswa baru angkatan 2026. Selama lima hari, para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diajak memahami makna kepemimpinan, kepedulian sosial, hingga tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebanyak 425 mahasiswa baru atau New Brighter mengikuti program tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan karakter sebelum memasuki dunia pendidikan vokasi. Berbeda dengan orientasi mahasiswa pada umumnya, Five Days Self Identity dirancang untuk membangun pribadi yang berintegritas, tangguh, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sebagai bekal menghadapi persaingan industri pariwisata global.
Kegiatan dibuka di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah asosiasi pariwisata seperti HILLSI, PHRI, IHKA, ABI, dan ICA. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang kompeten sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Direktur Monarch Bali Candidasa, I Wayan Gede Darmawan, mengatakan peningkatan jumlah mahasiswa baru setiap tahun menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Pada tahun akademik 2026, Monarch Bali Candidasa kembali mencatat pertumbuhan jumlah mahasiswa baru dibandingkan tahun sebelumnya.
“Astungkara, setiap tahunnya jumlah mahasiswa yang kuliah di Monarch Bali Candidasa mengalami peningkatan yang signifikan,” ujarnya pada Rabu(8/7/2026).
Berbagai aktivitas dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Mulai dari pelatihan kepemimpinan, penguatan kerja sama tim di kawasan Tanah Aron, hingga aksi sosial bertajuk Bright Community Service yang digelar di Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.
Pemilihan Desa Adat Tenganan Dauh Tukad bukan tanpa alasan. Selain menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga bertujuan membantu mempromosikan potensi wisata desa yang dinilai belum setenar Desa Tenganan Pegringsingan. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa, Monarch Bali Candidasa berharap destinasi wisata tersebut semakin dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan.
Menurut Darmawan, kegiatan pengabdian masyarakat telah menjadi agenda rutin kampus di berbagai desa sebagai implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana. Filosofi tersebut diwujudkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya.
“Kami selalu menjunjung tinggi nilai Tri Hita Karana. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kontribusi positif secara langsung kepada masyarakat,” katanya.
Dalam aksi sosial tersebut, Monarch Bali Candidasa menyerahkan bantuan berupa tempat sampah dan bibit tanaman kepada Desa Adat Tenganan Dauh Tukad. Tidak hanya itu, ratusan mahasiswa baru juga terlibat dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata sekaligus upaya menjaga kelestarian alam.
“Selain memberikan bantuan bibit pohon dan tempat sampah, kami juga melaksanakan aksi bersih-bersih agar lingkungan destinasi wisata di desa ini tetap terjaga kebersihannya,” tambah Darmawan.
Bagi Monarch Bali Candidasa, dunia hospitality tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan melayani tamu. Industri ini juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki empati, karakter, kemampuan bekerja sama, serta kesadaran untuk memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama yang ingin ditanamkan sejak mahasiswa memulai pendidikan.
Sementara itu Bendesa Adat Tenganan Dauh Tukad, I Wayan Tisna, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bright Community Service di desanya. Menurutnya, kehadiran ratusan mahasiswa tidak hanya membawa semangat kebersamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui bantuan sarana kebersihan dan penghijauan yang akan mendukung pengembangan desa wisata.
“Kami berterima kasih karena telah memilih Desa Tenganan Dauh Tukad sebagai lokasi kegiatan ini. Bantuan tempat sampah dan bibit pohon yang diberikan sangat bermanfaat bagi desa kami,” ujarnya.
Melalui Five Days Self Identity, Monarch Bali Candidasa ingin memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya, 425 New Brighter angkatan 2026 mampu tumbuh menjadi generasi profesional yang membawa nama baik Karangasem dan Bali di industri pariwisata nasional maupun internasional.
Sejalan dengan perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif, Monarch Bali Candidasa pada 2026 juga memperkuat model pendidikannya melalui Business Model Monarch Bali 2026 yang berfokus pada pengembangan Global Mindset, International Competency, dan International Networking. Konsep ini dirancang untuk membekali mahasiswa tidak hanya dengan keterampilan teknis di bidang hospitality, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun jejaring profesional di tingkat internasional.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Monarch Bali Candidasa menghadirkan program International Training and Certification Program bekerja sama dengan American Hotel and Lodging Educational Institute (AHLEI). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi berstandar internasional yang diakui oleh industri perhotelan global. Selain itu, pembelajaran juga diperkuat melalui kehadiran English Native Speaker, sehingga mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara lebih aplikatif sebagai bekal menghadapi dunia kerja di tingkat internasional. (ger/bfn)
