Tersangka Ida Bagus Arika usai menjalani pemeriksaan dari penyidik Polsek Selat
KARANGASEM, Balifactualnews.com—Kasus penganiayaan antar sepupu di Banjar Dinas Gunung Biau, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, ternyata bukan semata-mata hanya persoalan postingan pelaku Ida Bagus Arika di akun facebook pribadinya. Ada motif dendam dibalik tragedi Kamis 4 Maret 2021, malam hari itu.
Telusur kali telusur, korban Ida Bagus Made Prasta (46) bersama kakaknya Ida Bagus Putu Yuda (pelapor) dua tahun lalu sempat mengeroyok tersangka hingga kepalanya mengalami luka memar. Dendam kesumat itu dituturkan tersangka Ida Bagus Arika, usai menjalani pemeriksaan dari penyidik Polsek Selat, Jumat, 5 Maret 2021.
Baca juga : Mendengar Pembicaraan Soal Status di FB, IB Arika Tikam Sepupu hingga Bersimbah Darah
Sejak kejadian itu, hubungan tersangka dengan dua saudara sepupunya memang sudah tidak akur lagi. Bahkan tersangka mengaku sudah dua kali di keroyok oleh saudaranya. Tapi, perselisihan tidak sampai masuk kantor polisi, karena berhasil didamaikan Perbekel Muncan yang menjabat saat itu.
“Saya memang tinggal satu pekarangan rumah dengan sepupu, tapi sejak 2 tahun hubungan kami sudah tidak akur lagi,” terang Ida Bagus Arika.
Luka lama yang dimiliki tersangka kembali membuncah. Puncaknya saat dia membangun rumah style Bali, sekitar 2 bulan lalu. Kemarahan tersangka berkecamuk lantaran pilar rumah style Bali yang baru dibangunnya dirusak oleh orang tak dikenal. Kendati jengkel dengan orang yang merusak pilar rumahnya, namun dia tidak membuat tindakan yang aneh-aneh.
Kemarahan itu dia tunjukkan dengan membuat postingan di akun facebook pribadinya dengan kalimat seperti ini. “mare tiang ngidaang membangun kekene, saget suba ada anak iri (baru saya bisa membangun begini sudah ada orang yang sirik)”. Postingan yang dibuat tersangka itu mendapat beragam komentar, diantaranya ada berkomentar dengan kalimat menyabarkan tersangka. Tersangka juga mengometari komentar teman-temannya dengan kalimat “Nah baang sube cara cacing kepanasan (Ya sudahlah, biarkan sudah seperti cacing kepanasan).
“Sejak saya membuat postingan seperti itu, kondisi di rumah saya mulai tegang, setiap malam dia selalu minum tuak di teras rumahnya bersama teman-temannya,” ucap Ida Bagus Arika.
Arika menuturkan, ulahnya menikam rusuk kanan Ida Bagus Prasta dengan pisau dapur bukan tanpa sebab. Mendengar korban berbicara lantang mempertanyakan status di facebook kepada kakaknya Ida Bagus Putu Yuda (pelapor), tersangka mengaku langsung menghampiri korban dan pelapor. Saat itu dia hendak menanyakan maksud korban berbicara seperti itu. Sempat terjadi cekcok mulut, bahkan tersangka mengaku mau di keroyok oleh kedua saudara sepupunya itu.
Takut, pengalaman dua tahun lalu terulang lagi, tersangka lantas lari ke dapur mengambil pisau, tak berselang lama balik lagi menemu kedua sepupunya dan langsung menghunuskan pisau dapur ke rusuk kanan Ida Bagus Prasta.
“Saya tidak mau kejadian dua tahun lalu terulang lagi. Saya melakukan semua ini hanya untuk membela diri. Ada kesengajaan mereka memancing emosi saya sejak membangun rumah style Bali bantuan dari anak saya yang sedang bekerja di Jakarta,” pungkasnya.
Dipihak lain, Kapolsek Selat AKP Bambang Haryanto, mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus penganiayaan tersebut. Dia mengatakan, beberapa saksi memang sudah diperiksa, tapi dia masih terus melakukan pendalaman terkait motif dibalik kasus tersebut. “Semuanya masih kita dalami, tapi dugaan awal motif dari penganiayaan itu hanya salah paham,” ucap Kapolsek didampingi Kanit Reskrim I Gusti Ketut Tresna Ari Subekti. (tio/bfn)
