Gen Z Disiapkan ke TPS, KPU Karangasem “Suntik” Literasi Politik Sejak Dini

gen-z-disiapkan-ke-tps-kpu-karangasem-suntik-literasi-politik-sejak-dini
Ratusan siswa kelas IX SMPN 1 Manggis Mengikuti Sosialisasi Pendidikan Pemilih berkelanjutan oleh KPU Karangasem, Selasa (28/4).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Upaya membangun pemilih cerdas mulai digarap sejak bangku sekolah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem menyasar ratusan siswa SMP sebagai calon pemilih pemula dalam sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan di SMPN 1 Manggis, Selasa (28/4).

Sebanyak 246 siswa kelas IX tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas interaktif. Materi yang disampaikan tak sekadar teori, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah demokrasi ke depan.

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, menegaskan bahwa pemilih pemula akan menjadi kekuatan signifikan pada Pemilu 2029. Karena itu, pemahaman sejak dini dinilai krusial.

“Jumlah mereka besar dan akan sangat menentukan. Kami ingin mereka tumbuh sebagai pemilih yang sadar, bukan sekadar ikut-ikutan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjadi “smart voter” dengan mengenali rekam jejak, visi, dan program calon. Selain itu, generasi muda juga diingatkan untuk tegas menolak politik uang serta tidak mudah terjebak hoaks dan kampanye hitam, terutama di media sosial.

“Informasi harus difilter. Jangan mudah percaya tanpa verifikasi,” tegasnya.

Lebih jauh, siswa juga diajak aktif berpartisipasi, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas hingga penyebar informasi positif tentang pemilu.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Manggis, Ni Komang Sri Andayani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap para siswa memiliki bekal yang cukup saat pertama kali menggunakan hak pilihnya.

“Ini jadi fondasi awal. Saat mereka ke TPS nanti, mereka sudah paham dan tidak bingung,” katanya.

Menurutnya, pendidikan politik sejak dini penting agar generasi muda tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami bahwa keputusan di bilik suara akan berpengaruh pada masa depan mereka. (tio/bfn)

Exit mobile version