Destinasi Wisata Pasir Putih Terus Berbenah

Destinasi wisata Pantai Bias Putih di Desa Adat Bugbug Kecamatan dan Kabupaten Karangasem. Foto credit : Agus Sar.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pandemi Covid-19 yang perkembangannya belum menunjukkan tren penurunan, tidak  membuat Badan Pengembang Pariwisata Desa Adat Bugbug (BP2DAB) menyerah. Malah sebaliknya, sebagai badan yang mengelola obyek wisata  yang ada di wilayah Desa Adat Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem  terus melakukan inovasi. Tujuannya agar  objek wisata  yang ada disana selalu bisa diminati wisatawan.

Wilayah Pasir Putih misalnya.  Obyek wisata yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Virgin Beach  itu terus dipersolek  dengan variasi variasi wahana baru. Ketua BP2DAB,  I Putu Jenana Sukandarista, Rabu 17  Februari 2021, mengatakan, salah satu wahana yang kini sedang dikembangkan  berupa tempat kemah bernuansa alam berpadu dengan eksotisnya pantai Pasir Putih yang terlihat bagai hamparan berlian saat diterpa sinar mentari.

Selain tempat kemah yang sudah terkenal yakni destinasi Bukit Asah Bali Camp, www.bukitasahbali.com melalui BP2DAB tempat kemah lain juga sedang dikembangkan saat ini, berada pada hamparan rumput hijau, tepat di depan pantai Pasir Putih. Bila berkemah disini, selain disuguhkan suasana yang benar benar bernuansa alam, para Campers juga bisa membeli langsung ikan segar tangkapan para nelayan di pagi dan sore hari. Hal itu tentu merupakan keunikan tersendiri bagi para pecinta petualangan.

“Kami sedang mengembangkan wahana lain di salah satu destinasi tujuan wisata dunia ini. Selain tempat camping,  kami juga sedang membangun restaurant sebagai fasilitas lain di area ini. Semua ini tak lepas dari dukungan penuh Kelian Desa Adat kami Jro Nyoman Ngurah Purwa Arsana,” sebut Putu Jenana yang juga ketua DPD PSI Kabupaten Karangasem ini.

Dipihak lain, Kelian Desa Adat Bugbug, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana, mengatakan, Desa Adat Bugbug yang dipimpinnya memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan destinasi lainnya di pelosok Bali.

“Anugrah ini mesti  terus dikembangkan dengan baik. Tujuannya, agar tetap menjadi  magnet bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara untuk datang kesini,” ucapnya.

Pengembangan objek wisata Desa Adat Bubug, kata anggota DPRD Provinsi Bali dari fraksi PDIP ini,  bukan sekadar untuk menarik  wisatawan semata, tapi  saat kondisi pariwisata mulai pulih, tentu bisa menyerap banyak tenaga kerja yang secara tidak langsung bisa mensejahterakan masyarakat.

“Astungkara  kami memiliki anugrah alam yang ada laut dan bukitnya. Ini titipan Hyang Pencipta yang mesti kita rawat dengan baik. Nah pengembangan destinasi wisata baru, juga  bagian dari upaya kami dalam menjaga dan merawat  anugrah alam ini untuk bisa bertahan dan berkesinambungan dalam mendatangkan kebaikan kepada seluruh warga kami,” ucapnya seraya menambahkan, bahwa pembangunan Gapura dan penataan area parkir di kawasan Sanghyang Ambu  juga dalam menjaga dan merawat angurah alam yang tidak ada duanya di Bali.

“Gapura Pura Gumang saat ini masih dalam pengerjaan,  ini juga nantinya akan kami jadikan icon dan salah satu destinasi wisata baru di desa  kami,” pungkasnya. (ger/bfn)

Exit mobile version