DENPASAR, Balifactualnews.com – Usai dihelatnya Kejuaraan Muaythai bertitel Bupati Klungkung Cup II yang berakhir pada akhir bulan April 2023 lalu, pra fighter pra-PON Bali yang ambil bagian langsung dilakukan evaluasi terhadap kekurangan atau kelemahan yang harus dibenahi. Termasuk evaluasi dan penilaian dari Binpres Pengprov MI Bali.
Penilaian itu langsung diungkapkan Kabid BinpresMI Bali, Marcos Manurung. Dari pengamatannya, ada dua hal yang dievaluasi dan akan ditindaklanjuti pengurus MI Bali. Pertama soal teknik bertanding karena beberapa fighter bagus dalam pertarungan jarak dekat (clinching) baik itu power, pukulan, maupun tendangan namun saat merangkul sambil mengontrol posisinya kurang.
“Termasuk dari pemantauan yang saya lihat ada juga fighter yang kontrolnya bagus tapi pertarungan jaraknya yang kurang tepat. Ini catatan kami dan tinggal ditindaklanjuti melalui pembenahan pemolesannya serta dipertajam saja,” ujar Marcos Manurung di Denpasar, Rabu (3/5/2023).
Sementara untuk kedua, sifatnya umum sehingga dirinya berharap Pengprov MI Bali bisa mengakomodir para fighter ini agar bisa tampil satu kali lagi di sebuah even sebelum berlaga di pra-PON. “Dengan demikian teknik itu ketika sudah dipoles dan dipertajam, bisa dilihat hasilnya dalam sebuah event yang dimaksud. Entah itu try in atau try out, tapi keinginan saya supaya try in saja agar meringankan biaya juga,” terang Marcos Manurung.
Marcos yang juga Ketua Umum Pengkab MI Badung ini memiliki rencana para fighter pra-PON ini turun dalam kejuaraan amatir yang akan digeber MI Badung pada akhir Juni atau awal Juli 2023 mendatang. Even itu memang amatir namun dikemas secara profesional dengan mengundang fighter provinsi lain. “Ya seperti semi pra-PON. Hanya semua itu tergantung restu dari Pengprov MI Bali,” papar Marcos.
Dalam penentuan tim pra-PON Bali nanti tidak ada istilahnya pencoretan atau degradasi fighter. Sebab seluruh fighter direkrut namun dipisahkan sesuai dengan grade atau lapisan. “Nanti ada lapis 1 dan lapis 2. Lapis 1 ini kami fokuskan untuk pra-PON dan lapis duanya untuk berjaga-jaga jika ada fighter yang berhalangan, cedera, atau lainnya karena kita tidak tahu kejadian kedepan,” demikian Marcos. (ena/bfn)
