Gus Wawan Tak Kunjung Dilantik, Padahal SK PAW Sudah di Meja Sekwan

gus-wawan-tak-kunjung-dilantik-padahal-sk-paw-sudah-di-meja-sekwan
Foto: I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati (Gus wawan)
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com–Sekretariat DPRD Karangasem bergerak lambat dalam menindaklanjuti proses pelantikan kader partai Hanura I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati ( Gus Wawan) sebagai pengganti antar waktu Ni Putu Sriani karena hijrah menjadi calon legislatif PDI Perjuangan.

Sikap lambat sekretariat Dewan tersebut dinilai sangat merugikan partai Hanura. Pasalnya SK PAW nomor 1045/01-A/HK/2023, itu sudah dikeluarkan Pj Gubernur Bali, Sang Nyoman Mahendra jaya sejak Jumat (22/12) lalu.

Terhadap keberadaan SK PAW yang dikeluarkan Pj Gubernur Bali tersebut, Sekretaris Dewan Karangasem berdalih, bawah SK tersebut baru diterimanya melalui Chat WhatsApp (WA).

“Ya surat pengantar SK Gubernur Bali untuk nama pengganti bu Sriani baru saja saya terima melalui WA. Surat pengantar ini secepatnya kami sampaikan kepada pimpinan untuk dibahas lebih lanjut,” terang Nengah Mindra, kepada wartawan, Rabu (27/12).

Menurut Mendra, sesuai dengan ketentuan yang ada proses pelantikan PAW Sriani wajib dilaksanakan 60 hari setelah surat pengantar diterima oleh Sekretaris Dewan. Hanya saja ia masih cukup bingung apakah surat yang diterimanya itu dianggap resmi atau tidak mengingat hanya disampaikan melalui WA.

Setelah SK PAW dari Gubernur Bali itu diterima, lanjut Mindra, pihaknya segera koordinasikan dengan pimpinan Dewan untuk dilakukan pembahasan pada Bamus, sebelum dijadwalkan untuk diparipurnakan, akan dilakukan pembahasan pada Bamus DPRD..

“Kemungkinan Februari 2024 baru bisa dilantik karena masih harus berproses di DPRD Karangasem untuk penjadwalan Paripurnanya sebelum dilantik,” terang Mindra.

Sekadar diketahui, proses PAW yang ngaret dilakukan Sekretariat DPRD Karangasem, membuat seluruh gaji dan tunjangan yang sebelumnya menjadi hak Sriani dikembalikan ke kas daerah sejak ditetapkannya DCT oleh KPU Karangasem November lalu, hingga saat ini. (tio/bfn)