Hening di Hari Kemerdekaan, Gus Par Ajak Doakan Abdi yang Gugur Sebelum Garis Finis

hening-di-hari-kemerdekaan-gus-par-ajak-doakan-abdi-yang-gugur-sebelum-garis-finis
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata didampingi Wabup Pandu Prapanca Lagosa dan Ketua DPR I Wayan Suastika, memimpin doa untuk almarhum I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMA Negeri 2 Amlapura yang gugur sebelum mencapai garis finis Gerak Jalan 17 Kilometer, saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Tanah Aron, Senin (17/8)

KARANGASEM, Balifactualnews.com –  Suasana khidmat menyelimuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karangasem dilapangan Tanah Aron, Senin (17/8).

Usai peringatan hari bersejarah itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengajak seluruh peserta upacara menundukkan kepala dan memanjatkan doa untuk almarhum I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMA Negeri 2 Amlapura yang meninggal dunia setelah mengikuti Gerak Jalan 17 Kilometer.

Di hadapan peserta upacara, Bupati yang akrab disapa Gus Par menyampaikan duka mendalam atas kepergian Abdi yang terjadi di tengah semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI.

“Di hari kemerdekaan ini, marilah sejenak kita menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama, sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya ananda I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMA Negeri 2 Amlapura,” ujar Gus Par.

Menurutnya, kepergian Abdi meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi sahabat, guru, serta seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Amlapura.

“Kepergian ananda tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, para guru, serta seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Amlapura. Namun, marilah kita ikhlaskan kepergiannya seraya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga segala kebaikan dan amal baktinya diterima di sisi-Nya, serta ananda diberikan tempat yang terbaik,” katanya.

Gus Par juga menyampaikan doa dan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga Abdi diberikan kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Gus Par mengajak seluruh peserta upacara berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing.

“Untuk itu, marilah kita bersama-sama berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Berdoa, dipersilakan,” kata Gus Par.

Sejenak suasana menjadi hening. Doa pun menggema di tengah lapangan upacara, menjadi penghormatan terakhir bagi Abdi remaja 17 tahun yang aka dimakamkan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI. Langkahnya terhenti sebelum mencapai garis finis, namun semangat dan kenangannya akan terus hidup di hati keluarga, sahabat, guru dan masyarakat Karangasem.

Kepergian Abdi menjadi duka mendalam di tengah suasana perayaan kemerdekaan. Di balik merah putih yang berkibar, terselip doa agar putra terbaik Karangasem itu mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (tio/bfn)

Exit mobile version