Januari-Desember, 12 Orang Meninggal Akibat Bencana

januari-desember-12-orang-meninggal-akibat-bencana
Foto: Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Selama bulan Januari hingga pertengahan bulan Desember 2023 sebanyak 12 orang meninggal dunia karena bencana tanah longsor dan musibah kebakaran.

Kepala BPBD Kab. Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, 12 orang meninggal dunia karena bencana alam. Diantaranya tanah longsor, kebakaran. Warga meninggal akibat bencana tersebar di beberapa Kecamatan. Satu diantaranya Kecamatan Abang, Karangasem, Bebandem Manggis, Kecamatan Rendang.

“Terbaru yakni longsor di Br. Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem. Seorang santriwati meninggal dikarenakan tertimbun material, dan dua orang mengalami luka berat,”kata Ketut Arimbawa, Rabu (11/12).
Dijelaskan,

Arimbawa merinci, warga Karangasem yang meninggal lantaran bencana sebanyak tiga orang di Kecamatan Bebandem, karena tertimbun longsoran tebing saat mencari batu tabas di Sungai Taksu, Desa Bhuana Giri
Di Kecamatan Abang ada tiga orang meninggal setelah tertimbun material longsor. Ketiganya masih satu keluarga dan tertimbun setelah tanah di atas bebukitan ambruk, serta menghantam rumah korban.

Sedangkan di Kecamatan Manggis 1 orang meninggal setelah gubuknya terbakar. Nenek yang tinggal di gubuk terkena api. Di Kecamatan Karangasem tercatat dua orang yang meninggal dunia karena terseret arus dan tertimbun longsor. Sementara di Kecamatan Rendang, 1 orang meninggal karena terbakar. Mengingat korban alami luka bakar parah.

Sementara itu, bencana alam selama Januari hingga Desember , juga memunculkan 18 orang warga mengalami luka ringan, dua orang luka berat, serta tiga orang belum ditemukan petugas alias hilang.

“Korban meninggal dunia dan luka berat sudah kami usulkan untuk mendapatkan santunan dari Pemprov Bali. Beberapa sudah ada yang cair dan sebagian lainnya masih dalam proses,” terang Arimbawa, seraya menambahkan, tiga korban hilang dan belum ditemukan sebagian besar besar nelayan. Ketiganya hilang saat turun melaut. (tio/bfn)

 

Exit mobile version