Daerah  

Jero Mangku, Jabatan Tanpa Gaji


Umat hindu pasti paham dan mengerti dengan jabatan tanpa gaji seorang Jero mangku, kendatipun dapat tanggungan, tidak seberapa tergantung kebijakan desa adat setempat.

Posisi menjadi jero mangku tidak bisa diandalkan dari sisi finacial, itulah alasanya kenapa seorang jero mangku masih bisa melakukan pekerjaan di luar kepemangkuan sepanjang tidak menyalahi aturan yang ada.

Bahasan kali ini, kenapa jabatan yang tidak menjanjikan secara ekonomi ini banyak yang minat ? Bahkan ada yang ambisius ingin posisi menjadi jero mangku, disadari atau tidak kenyataanya memang fakta di lapangan seperti itu, lalu adakah sesuatu di balik itu?….



Ok, tulisan saya ini bukan opini, namun melalui surve yang saya lakukan di lapangan, setelah saya surve selama setahun, dari jero mangku Sad khayangan, Tri khayangan, dan jero mangku Pribadi.

Posisi menjadi jero mangku adalah posisi yang melibatkan emosi dan gengsi….[ ini mirip psikologynya seperti menjabat, pimpinan, direktur, Bos, Owner, atau jabatan kepemerintahan ]

Kenapa demikian?….seseorang yang berambisius menjadi Jero Mangku, ingat yang berambisius, adalah sosok yang secara tidak langsung mempunyai keluhan “post power sydrome”…keluhan ini sangat nyata sekali sebab ketika menjabat atau di nobatkan menjadi jero mangku akan muncul ego halus, seperti merasa di pentingkan, merasa di hormati, merasa di segani, bahkan dengan sebutan Jero mangku saja sudah membuat telinga jadi besar dan melambungkan ego dalam dirinya.

Ketika seseorang di panggil jero mangku, zat kimiawinya dalam tubuh sama seperti ketika di panggil Bos, siap pak, siap presiden atau sebutan yang melegakan membuat diri melambung, zat kebanggaan, ajum, terkadang angkuh, menjalar dalam tubuh akan membuat senang dan bangga, apalagi ketika ada rapat atau undangan beliau merasa di spesialkan, dari duduk dengan di istimewakan, dan saat makan di spesialkan…inilah yang membuat kimiawi tubuh semakin melambung.

Dan jabatan jero mangku tanpa batas waktu, kecuali jero mangku tersebut mengudurkan diri karena sakit atau melakukan tindakan yang sangat kriminal barulah akan berakhir.

Dari ego halus rasa senang yang menjalar di tubuh inilah kebanyakan oknum yang ambisius ingin menjadi seorang Jero Mangku.

Walau secara finacial tidak menjanjikan, bahkan kata yang sering kita dengar adalah “ngayah”.

Lalu…kenapa ada Jro Mangku yang tiba-tiba marah ketika namanya tidak dipanggil jero mangku, inilah alasan utama post power sydrome, ketika tidak dipanggil bos, atau siap pak, merasa dirinya di banting bahkan rendah sekali, merasa tak dihargai, merasa tak nyaman serta lainya.

Namun beda kasus jika ada seorang jero mangku yang paham akan posisi, paham akan tugas, paham akan resiko, maka egonya tidak terlalu melambung, bahkan kesan Jero Mangku jenis ini akan merasakan hidupnya biasa saja, dipanggil jero mangku atau siapapun zat kimiawinya dalam tubuh tetep stabil, tidak ada gejolak sama sekali, di posisikan atau tidak tetap tidak ada reaksi kimiawi yang membuat gejolak hebat pada perasaanya.

Bahkan jero mangku seperti ini merasakan pengabdian utuh kepada Tuhan dan melayani dengan santai tidak kaku atau terkesan dibuat-buat.

Dari surve dilapangan saya bertemu dengan Jro mangku seperti ini pakaiannya pun tak heboh, tidak ada kalung genitri melingkar di lehar, pun tanpa gelang pada tangan, tanpa cincin akik segede biji salak, nyaris tampil apa adanya, bahkan terkesan pakaian yang di gunakan lusuh lapuk namun tetap bersih.

Saya pernah bertanya dengan Jero Mangku yang sudah menjabat hampir 25 tahun, jika bekerja di sebuah instansi mungkin gaji dan jabatanya sudah tinggi, beliau bertutur ” jika bisa saya menolak posisi ini, lebih baik saya tolak” karena menjadi seorang di posisikan tidak selamanya nyaman, ada kepentingan pribadi yang harus hilang berubah menjadi kepentingan umat, kadang juga perhatian umat juga tidak maksimal, boleh di katakan antara dibutuhkan dan tidak, “tuturnya.

Ini berarti beliau paham akan posisi, resiko menjadi seorang jero mangku…
Lalu….

Adakah yang anda temui Jero Mangku memilki post power sydrome?….
Tentu anda bisa menilai….

Maaf jika ada tulisan ini mungkin menyinggung perasaan atau tidak nyaman, tulisan ini bertujuan membuka wawasan bahwa kehidupan itu tak lepas dari dualisme, ada baik dan ada buruk karenanya pembaca bisa memilih dan memilah untuk lebih bijaksana.

Sumber : Rubrik Niskala
https://www.facebook.com/rubrikniskala/posts/1307513299414567?__tn__=K-R
Agni Baradah
Exit mobile version